Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Universitas Muhammadiyah Tangerang

TASYAKURAN IBU-MBC RANTING PONDOK REJEKI

Alhamdulillah hari ini Senin 12 April 2021 bertepatan dengan 1 Ramadhan 1442 H telah berlangsung acara tasyakuran alias bahasa kerennya Soft-launching Inkubator Bisnis dan Usaha (IBU) yang sukses mendorong terbentuknya usaha rintisan Muhammadiyah Business Centre (MBC) Ranting Pondok Rejeki.

Pembentukan IBU-MBC Pondok Rejeki diinisiasi oleh mahasiswa Parinkraf (Reza, Rajes, Dimas, Laras) sebagai praktik wirausaha kreatif mata kuliah kewirausahaan yang diampu oleh dosen praktisi Bapak Suhendra. Dalam sambutannya, pemilik atau CEO majalah Print & Pack yang sudah 30 tahun menggeluti bisnis grafika ini berharap kedepan akan lahir IBU-MBC di setiap ranting sebagai bagian dari dakwah bilmal catur dharma perguruan tinggi muhammadiyah. Apalagi informasinya saat ini sudah terbentuk 300-an ranting di 1.283 Desa potensial yang ada di Banten.

Dekan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif Dr Zalzulifa, M.Pd di lokasi IBU – MBC Pondok Rejeki

Selain jasa layanan seting, desain dan cetak juga terdapat fasilitas podcast untuk layanan promosi dan iklan produk usaha masyarakat. Harapan putra banten yang menjadi dosen kewiraushaan di Fakultas Pariwisata dan Industri kreatif ini disambut baik oleh warga setempat.

Kegiatan ini sebagai Implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yaitu Wirausaha dan Magang / Praktik Industri dengan adanya Inkubator Bisnis dan Usaha (IBU) mendorong rumbuhkan wirausahawan baru dari kalangan mahasiswa disisi lain keterlibatan dunia usaha dan industri dalam kegiatan ini adalah industri percetakan membuka peluang untuk dilakukan magang/praktik industri bagi mahasiswa, sehingga kelak lulusan UMT khususnya di Fakultas Pariwisata dapat diterima keahliannya dalam dunia Industri percetakan

Bahkan secara khusus Ketua RT Bapak Amirzal siap mendukung sekaligus mensosialisasikan IBU-MBC Ranting Pondok Rejeki menjadi role model penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk kerjasama dosen dan mahasiswa berpartisipasi membangu desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam hal kebijakan mendorong tumbuhnya Desa Wisata dan Kota Kreatif di setiap kabupaten kota yang ada di Indonesia.

Semoga melalui kerjasama inkubasi akan dapat digali berbagai potensi pemberdayaan masyarakat di wilayah Pondok Rejeki maupun Pasar Kemis pada umumnya.

Dr. Zalzulifa, M.Pd selaku Dekan Parinkraf UMT dan mantan Ketua Rw Pondok Rejeki dua periode (2000-2006) mengapresiasi sambutan warga dan berharap IBU-MBC sebagai amal usaha yang inklusif sadar lingkungan sebagai bagian dari partisipasi dimana Amal Usaha Muhammadiyah berada.

Secara khusus pria minang yang pernah menjadi pembina komunitas pengrajin kulit Pasar Kemis ini berharap agar merek PAKEMS untuk didaftarkan sebagai merek dagang hak kekayaan intekektual (HAKI) sebagai upaya branding produk sepatu, sendal dan tas dibawah Koperasi Rizqun Karimah milik warga yang dirintis pada masa kepemimpinan beliau. Dalam hal ini, peran inkubator bisnis dan usaha sebagai upaya penerapan catur dharma kampus merdeka menjadi signifikan meskipun pada tahap awal IBU-MBC didirikan fokus pada usha layanan jasa seting dan cetak.

Kelak Program ini sebagai pemantik dan sebagai salah satu contoh Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang sudah di terapkan UMT khususnya di Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif

Sebagai amal usaha yang dibentuk pada struktur dasar ormas berkemajuan, pada tahap awal IBU-MBC didirikan sebagai tindak aksi hasil rapat kerja Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten (Ahad 11 April 2021) yang digagas oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat bersama civitas akademika Fakultas Parinkraf-UMT. Sebagai usaha model, IBU-MBC ini dimungkinkan untuk dibentuk oleh setiap dosen dengan libatkan mahasiswa melalui jaringan kepanduan oleh pengurus qabilah setingkat ranting. Untuk itu, dalam rangka perolehan data inkubator bisnis kami sedang melakukan survey Peta Potensi Industri Kreatif Kabupaten Kota Se-Indonesia.

Dalam konteks usaha yang akan tumbuh berbasis riset, keberadaan IBU-MBC juga menjadi garda terdepan menggali bakat para milineal yang berminat kuliah sambil berwirausaha bidang kepariwistaan dan Idustri kreatif.

Untuk itu, bagi yang berkenan menjadi bagian dari masyarakat kreatif nusantara dengan tagline Gerakan Nasional Pemuda Penggerak Desa Wisata, silakan mengisi google form berikut: 

Salam Terus UMT Bergerak untuk menjadi yang Terdepan

Kontributor Fakultas Parinkraf

https://umt.ac.id/btsi

Leave a Comment

Your email address will not be published.

*
*