Rektor UMT Sambut Hangat Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Perkuat Sinergi untuk Program RPL Guru PGSD di Banten
BANDUNG – Dalam rangkaian Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertepatan dengan peringatan Milad Muhammadiyah ke-113, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional. Pada momentum tersebut, Rektor UMT Dr. Desri Arwen, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat kehadiran Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.
Pertemuan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) tersebut menjadi wadah penting untuk menguatkan kembali kerja sama antara Kementerian Dikdasmen dan UMT, khususnya terkait pengembangan kompetensi pendidik di wilayah Banten.
Dalam diskusi tersebut, dua pimpinan membahas secara mendalam keberlanjutan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru-guru PGSD baik dari sekolah negeri maupun swasta. Program ini merupakan kolaborasi strategis yang bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik para guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1).
“Melalui program RPL ini, UMT dengan bangga diberi kepercayaan untuk menampung dan memfasilitasi para guru yang belum memiliki gelar Sarjana. Ini adalah bentuk komitmen nyata UMT dan Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas guru di garis depan,” ujar Dr. Desri Arwen.
Program RPL memungkinkan para guru memperoleh pengakuan resmi atas pengalaman dan kompetensi yang telah mereka miliki, sehingga proses penyelesaian gelar S1 menjadi lebih cepat dan fleksibel tanpa mengganggu tugas utama mereka mengajar. Kuliah yang dititipkan di UMT diharapkan menjadi jembatan akses pendidikan bagi guru-guru PGSD di Banten.
Kehadiran Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti dalam forum nasional ini sekaligus menjadi simbol kokohnya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan ekosistem pendidikan Muhammadiyah. Kolaborasi strategis ini diharapkan terus berkembang, tidak hanya dalam program RPL, tetapi juga melalui berbagai inisiatif lain yang dapat memperkuat kualitas pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.
