UM Tangerang Percepat Pendirian Fakultas Kedokteran, Rektor Temui Mendikdasmen Abdul Mu’ti

JAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dr. Desri Arwen, melakukan silaturahim dan pertemuan strategis dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan terkini UM Tangerang, termasuk progres pendirian Fakultas Kedokteran (FK) yang kini telah memasuki tahap sistem SIAGA. Selain itu, Rektor UM Tangerang juga menyampaikan berbagai capaian dan perkembangan institusi yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pertemuan itu, Prof. Abdul Mu’ti memberikan apresiasi atas kemajuan yang berhasil dicapai UM Tangerang, khususnya keberhasilan meraih Akreditasi Institusi Unggul serta langkah strategis dalam pengembangan Fakultas Kedokteran.

“Beliau menyampaikan selamat atas capaian Akreditasi Unggul dan progres Fakultas Kedokteran, serta mendorong kami untuk terus memperkuat kontribusi bagi masyarakat Banten,” ujar Dr. Desri Arwen usai pertemuan.

Menurut Rektor UM Tangerang, pengembangan Fakultas Kedokteran menjadi salah satu program prioritas universitas dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan, khususnya untuk menjawab kebutuhan tenaga medis di wilayah Banten dan sekitarnya.

Ia juga menegaskan bahwa silaturahim dengan Mendikdasmen merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan konsultasi dengan para pemangku kebijakan nasional.

“Silaturahmi ini penting sebagai ikhtiar kami agar UM Tangerang semakin baik ke depannya,” tambahnya.

Pertemuan ini semakin mempertegas komitmen UM Tangerang dalam melakukan transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi, termasuk memperluas layanan akademik melalui pendirian Fakultas Kedokteran yang diharapkan dapat segera terealisasi.

Dengan capaian Akreditasi Unggul dan pengembangan berbagai program strategis, UM Tangerang terus menunjukkan langkah progresif sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*