Rektor UM Tangerang: Kader IMM Harus Jadi Teladan di Era Post-Truth
CIPUTAT – Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dr. Desri Arwen, M.Pd., hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Daarul Arqam Madya Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ciputat di Aula Fastabiqul Khairat IMM Ciputat.
Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini menjadi ruang penguatan ideologi, kepemimpinan, dan karakter kader Muhammadiyah di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
Dalam pemaparannya, Dr. Desri Arwen yang juga merupakan alumni IMM Ciputat mengenang perjalanan perjuangannya saat aktif berorganisasi. Ia menegaskan bahwa ketidakpastian bukan alasan untuk berhenti berkarya.
“Dulu kita tidak punya banyak kepastian, tetapi IMM mengajarkan bahwa ketidakpastian bukanlah halangan. Kita buktikan dengan karya, bukan sekadar wacana,” ujar Desri Arwen di hadapan peserta.
Mengangkat tema “Berdakwah di Tengah Badai Post-Truth”, Rektor UM Tangerang menyoroti tantangan besar generasi muda di era media sosial, terutama maraknya hoaks, manipulasi informasi, dan distorsi fakta.
Menurutnya, kader IMM harus mampu menjadi figur yang adaptif, cerdas, dan memiliki integritas kuat dalam menghadapi arus informasi digital.
“Mahasiswa IMM harus memiliki sifat keteladanan para nabi, terutama shiddiq dan amanah. Di tengah banjir hoaks dan distorsi fakta, menjadi pribadi yang kredibel adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa dakwah di era post-truth tidak cukup hanya mengandalkan retorika, tetapi membutuhkan kompetensi, literasi digital, dan keteladanan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, panitia Daarul Arqam Madya Nasional 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai daerah dan perguruan tinggi di Indonesia, tidak hanya dari kawasan Ciputat. Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan materi keislaman, kepemimpinan, keorganisasian, dan kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, PC IMM Ciputat berharap lahir kader-kader muda Muhammadiyah yang kritis, adaptif, serta memiliki integritas tinggi dalam menghadapi tantangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
