Pelepasan KKN UM Tangerang 2023, Mahasiswa Diharapkan Dapat Menurunkan Angka Stunting.

Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Minggu (06/08/2023) pagi melepas ribuan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Kota/Kabupaten Tangerang beserta Kabupaten Serang. Pelepasan dilaksanakan di Stadion Benteng Reborn, di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang. Salah satu yang ditekankan dalam KKN itu adalah agar mahasiswa bijak dalam bermedia sosial.

Selain civitas akademika UMT, hadir dalam kesempatan itu adalah Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah, Asisten Bidang Perekonomian & Pembangunan Setda Kabupaten Tangerang Syaifullah serta para camat dan lurah di Kota Tangerang. Kegiatan KKN UMT akan diselenggarakan dari tanggal 7 Agustus-7 September 2023 dengan tema Pencegahan dan Penanganan Stunting.

Adapun total peserta yang mengikuti KKN sebanyak 2.316 mahasiswa dan akan disebar di 12 kecamatan 52 kelurahan di Kota Tangerang. Sementara di Kabupaten Tangerang mahasiswa ini akan menjalani KKN di 13 kecamatan 35 kelurahan/ desa. Ada pun di Kabupaten Serang sebanyak 1 kecamatan dan 3 kelurahan menjadi lokasi KKN.

Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah menyampaikan, KKN merupakan kesempatan yang baik untuk para mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah. “Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih karena terus terang menangani masalah stunting masih menjadi pekerjaan rumah dan tugas kita semua untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Namun begitu Arief menegaskan bahwa angka prevalensi angka stunting di Kota Tangerang terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu dan hingga pada Juli 2023 berada di angka 5 persen. “Mudah- mudah dengan KKN teman-teman UMT angkanya bisa kita tekan mendekati nol. Jadi tidak ada lagi anak-anak stunting di Kota Tangerang maupun Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Arief juga mengajak Mahasiwa KKN untuk semarakkan Kemerdekaan Indonesia dan momentum untuk mahasiswa menyemarakkan Kemerdekaan ini melalui program-program KKN diseluruh penjuru Indonesia termasuk Kota Tangerang.

“Ayo, kita semarakkan kemerdekaan di seluruh penjuru Indonesia, termasuk Kota Tangerang,” tutupnya.

Rektor UMT Ahmad Amarullah menyampaikan, permasalahan stunting dipilih oleh pihaknya tidak lepas dari isu nasional yang saat ini sedang menjadi perhatian. Sehingga UMT merasa terpanggil untuk membantu pemerintah melalui mahasiswa KKN untuk bisa mengabdi dan mendorong masyarakat agar bersama-sama bertanggungjawab untuk mengatasi stunting. “Stunting bukan saja perkara gizi tetapi juga pemberian pemahaman kepada orang tua dalam membina anak-anaknya,” terangnya.

Disinggung lebih jauh, apakah para mahasiswa yang akan KKN akan ditugaskan untuk mendata jumlah anak-anak stunting, Rektor menyebut hal itu adalah salah satu bagian saja. “Seperti yang dikatakan di awal bahwa hal ini bukan saja menyangkut gizi, termasuk soal pendataannya sehingga nantinya intervensi oleh pemerintah terhadap anak stunting ini tepat sasaran, serta memanage warga untuk diberikan pembinaan, serta menyediakan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Sementara saat ditanya terkait wanti-wanti pihak kampus agar para mahasiswa peserta KKN bijak bermedia sosial erat kaitannya dengan ulah oknum peserta KKN di daerah lain yang justru mendapat antipati dari masyarakat lantaran mengunggah hal yang dianggap tak pantas di media sosial, rektor tak menampiknya. “Iya, makanya saya ingatkan bahwa mahasiswa harus pandai menjaga diri dan nama baik kampus dan tidak menyinggung masyarakat. Gunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi, sehingga lebih banyak manfaat yang dirasakan, masyarakat punya kesan mendalam dan bukan malah menjadi apatis,” pungkasnya. (Sumber: umt.ac.id)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

*
*