Gelar Workshop Pemulasaraan Jenazah Untuk Para Dosen, Ini Pesan Direktur AIKA : Pentingnya Meningkatkan Pengetahuan dan Pentingnya Pemulasaran Jenazah

TANGERANG, UM TANGERANG – Dalam rangka memberikan materi pembekalan tata cara menangani Jenazah UM Tangerang menggelar Workshop yang berjudul Pemulasaraan Jenazah, di aula jenderal sudirman pada tanggal (01/02/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UM Tangerang, Narasumber Ust. Anowiraharja, M.A, Ketua PDM Kota tangerang sekaligus Dosen Pengampu Mata Kuliah AIKA Saiman Sholeh, M.Pd., Kepala Biro BAAK Ali Mubin, MA.

Sambutan yang pertama disampaikan oleh Zulfikor selaku Direktur AIKA. Disaat itu ia menyampaikan kegiatan ini sangat penting, dikarenakan Pemulasaraan Jenazah ini sama pentingnya dengan proses kelahiran seseorang.

“Karena jika pemulasaraan jenazah ini diabaikan oleh manusia, maka jenazahnya akan terabaikan dan tidak ada yg akan mengurusi jenazahnya, jadi di manage bagaimana kita bisa memproses jenazah,” ujarnya.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dosen AIKA tentang pemulasaraan jenazah dalam praktiknya, selain itu juga kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dosen AIKA dalam penyelenggaraan jenazah dilingkungannya masing-masing.

“Termasuk saya sendiri dalam praktiknya juga masih harus belajar lagi dari ahlinya. Oleh karena itu kita sama – sama untuk bagaimana bisa menyelenggarakan ini, jadi ini tentunya nanti mengharapkan, bisa ada satu dalam bagian AIKA untuk bisa khusus menangani jenazah ini,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya workshop ini, orang-orang muhammadiyah dapat ikut andil dilingkungan masyarakat dalam hal kepengurusan jenazah dengan ketentuan yang sudah disepakati dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

“Kalau kita lihat di masyarakat, ketika ada kematian ternyata orang – orang muhammadiyah ini banyak yang tidak bisa, sehingga kepengurusan jenazahnya diserahkan kepada yang ahli seperti amil yg ada di lingkungan tersebut, sehingga nanti dalam prosesnya tidak sesuai dengan putusan ‘tarji’ tidak sesuai dengan apa yang kita pelajari dari hadist – hadist nabi yang memang sudah satu kesepahaman di kalangan Persyarikatan Muhammadiyah. Sehingga banyak sekali hal – hal yang memang bertentangan dengan apa yang kita pahami yang terjadi ketika kepengurusan jenazah itu, maka oleh karnanya itu nanti dijadikan 1 tim dari AIKA, sehingga kita bisa mengedukasi masyarakat bekerja sama dengan pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Tangerang, kita dapat mengadakan pelatihan – pelatihan di cabang-cabang atau di ranting-ranting, ” tuturnya.

Dr. H. Ahmad Amarullah, M.Pd selaku Rektor UM Tangerang memberikan sambutan sekaligus memberikan amanat kegiatan. Ahmad Amarullah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, sebelum membimbing mahasiswa untuk terampil dalma merawat jenazah, dosennya pun harus terlebih dulu mahir, agar tidak salah dalam menangani jenazah sehingga menjadi satu paket komplit dengan takziah, sehingga tidak salah atau keluar dari ketentuan yang sudah disepakati oleh Persyarikatan Muhammadiyah.

“Maka saya selaku pimpinan di UM Tangerang ini mengapresiasi LPK-AIKA akhirnya hal ini telah mendapatkan perhatian dari AIKA sehingga kegiatan ini bisa terlaksana, dan menurut saya pemulasaraan 1 paket dengan takziah, jadi biar paket ini komplit lengkap tidak salah di implementasikan atau mengalami pergeseran dalam pelaksanaan selanjutnya,” ujarnya.

Ahmad Amarullah juga berpesan agar para dosen AIKA dapat lebih mengeksplor terkait pemahaman mengenai pemulasaraan dan takziah agar sesuai dengan pemahaman yang bereda dikalangan Persyarikatan Muhammadiyah.

“saya kira tidak ada salahnya para dosen AIKA untuk coba lebih mengekplor mengenai apa yang sudah saya sampaikan, agar ketika memberi pengajaran ke mereka, sehingga memberi insight juga kepada para mahasiswa ada sesuatu yang baru dan mungkin baru diketahui oleh mereka, bisa jadi mereka bisa lebih mudah di arahkan tentang bagaimana cara menangani jenazah sampai pada pasca pemulasaraan. Saya dari dahulu sangat berharap agar kita punya orang-orang yang ahli, dalam mengurusi jenazah, setidaknya dari dosen – dosen AIKA, lebih bagus lagi sampai ke mahasiswa, agar mereka dapat menangani anggota keluarganya yg meninggal, sehingga tidak perlu lagi mengandalkan amil di sekitar lingkungannya,” ungkapnya

Rektor UM Tangerang juga mengatakan bahwa akan ada pelatihan uji kompetensi untuk penangan jenazah yang bersertifikat BSNP yang bekerja sama dengan LSP UM Tangerang.

“Nanti kita akan usulkan untuk ikut ujian uji kompetensi penangan jenazah yang bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP), nanti bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP UM Tangerang), saya dengar dari BSNP bahwa leading sector sertifikasi itu adanya di skema Fakultas Ilmu Kesehatan UM Tangerang, tidak masalah perihal skemanya nanti di Fakultas Ilmu Kesehatan akan tetapi orang-orang yang mengikuti nya juga dari orang-orang AIKA sendiri. Jadi ada pemulasaraan di Fakultas Ilmu Kesehatan untuk penanganan jenazahnya lebih ditinjau dari kesehatannya, tapi kalau kita lengkap,tidak hanya soal kesehatan tapi juga soal dasar-dasar yang sesuai dengan kesepahaman yang sudah disepakati oleh Persyarikatan Muhammadiyah dan juga tanpa memberatkan keluarga yang terkena musibah,” ujarnya

Dokumentasi Kegiatan Sebagai Berikut :

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*