Silaturahmi Idul Fitri PP Muhammadiyah di UMJ, Haedar Nashir Tekankan Dialog dan Persatuan Bangsa
JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara Silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (31/3). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus meneguhkan komitmen persatuan di tengah keragaman bangsa.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UM Tangerang) Desri Arwen, Fahri Hamzah, Irman Gusman, serta Anggito Abimanyu.
Dalam amanatnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan pentingnya kecerdasan dan kearifan dalam menjalankan dakwah sekaligus menjaga kehidupan kebangsaan.
Menurutnya, Muhammadiyah sejak sebelum Indonesia merdeka telah berkomitmen untuk membangun dialog dengan semua pihak, termasuk pemerintah, sebagai jalan menjaga harmoni sosial.
“Muhammadiyah lahir dan tumbuh dari akar sejarah perjuangan bangsa. Karena itu, kami selalu mengedepankan dialog, bukan konfrontasi. Dengan kecerdasan dan kearifan, Muhammadiyah ingin menjaga persatuan di tengah keragaman bangsa yang majemuk,” ujar Haedar.
Ia menegaskan, perbedaan pandangan dalam masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persatuan nasional.
“Kita boleh berbeda, tetapi tetap bersama dalam perbedaan tanpa mengabaikan persatuan dan keutuhan bangsa,” lanjutnya.
Haedar juga menilai momentum Idul Fitri harus dimaknai lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi sebagai ruang memperkuat ikatan kebangsaan dan solidaritas sosial.
“Di hari yang fitri ini, mari kita jadikan hati yang bersih dan niat yang tulus untuk membangun negeri dengan semangat persaudaraan sejati,” tambahnya.
Kehadiran Rektor UM Tangerang Desri Arwen turut memperkuat semangat silaturahmi antarperguruan tinggi Muhammadiyah. Ia menyampaikan dukungan terhadap pesan dialog dan persatuan yang disampaikan PP Muhammadiyah sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan akademik yang inklusif.
Sementara itu, para tokoh nasional yang hadir memberikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam menjaga stabilitas politik, sosial, dan kebangsaan melalui pendekatan moderat dan berkemajuan.
Acara yang dihadiri ratusan warga Muhammadiyah, dosen, mahasiswa, serta undangan lintas elemen ini ditutup dengan doa bersama dan halal bihalal. Suasana berlangsung hangat, tertib, dan penuh makna, mencerminkan peran Muhammadiyah sebagai perekat umat sekaligus bangsa.
