Rektor UM Tangerang Soroti Peran Akademisi dalam Peringatan 76 Tahun Tragedi Al-Nakba Palestina
TANGERANG – Tampil sebagai narasumber utama dalam peringatan 76 tahun tragedi kemanusiaan Al-Nakba yang digelar oleh MUI Kota Tangerang Rektor UM Tangerang soroti Peran Akademisi, Sabtu (17/05/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang penderitaan rakyat Palestina serta peran strategis dunia pendidikan dalam memperjuangkan keadilan global.
Hari Al-Nakba — yang berarti “bencana” dalam bahasa Arab — memperingati tragedi pengusiran sekitar 700.000 warga Palestina pada tahun 1948, yang hingga kini menjadi akar konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Dalam pemaparannya, Rektor UM Tangerang menyoroti pentingnya sinergi kekuatan ilmu pengetahuan, perekonomian, dan persatuan umat sebagai fondasi dalam perjuangan rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa dunia akademik memiliki peran strategis dalam mendorong penyelesaian konflik berdasarkan prinsip hak asasi manusia dan hukum internasional.
“Al-Nakba bukan sekadar memori kelam, melainkan pengingat bahwa ketidakadilan sistematis harus dilawan. Akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kebenaran dan mendorong perdamaian dunia,” tegasnya.
Acara ini juga menghadirkan diskusi panel lintas sektor, pemutaran film dokumenter, serta pemaparan sejarah perjuangan rakyat Palestina. Para peserta diajak untuk merefleksikan makna solidaritas dan pentingnya keterlibatan global, khususnya dari kalangan intelektual dan masyarakat sipil, dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Melalui kehadiran dan kontribusinya dalam forum ini, UM Tangerang menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran kritis dan solidaritas internasional melalui jalur pendidikan dan advokasi kemanusiaan.
