Meriah dan Penuh Makna, Milad Muhammadiyah ke-113 Teguhkan Komitmen “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”
BANDUNG – Persyarikatan Muhammadiyah memperingati puncak Resepsi Milad ke-113 di Lapangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jawa Barat, dengan penuh kemeriahan dan semangat kebangsaan. Mengusung tema besar “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan pimpinan persyarikatan, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), serta perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang terdiri dari Badan Pembina Harian (BPH), pimpinan rektorat, dan jajaran PWM Banten: Dr. H. M. Syamsuddin dan Prof. Zakaria.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang Muhammadiyah selama 113 tahun dalam membangun peradaban, mencerdaskan bangsa, serta menebarkan manfaat bagi umat dan kemanusiaan.
Didirikan pada 18 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta, Muhammadiyah lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi umat Islam yang saat itu terjebak dalam situasi jumud dan praktik mistik yang menyimpang. Dengan mengajak masyarakat kembali kepada kemurnian Al-Qur’an dan Sunnah, Muhammadiyah berkembang menjadi gerakan pembaruan yang maju, modern, dan berdampak luas hingga ke seluruh pelosok Nusantara.
Memasuki usia ke-113, Muhammadiyah tetap kokoh dengan komitmennya untuk memajukan kesejahteraan bangsa melalui amal usaha di berbagai sektor. Di tingkat nasional, kontribusi nyata terlihat melalui keberadaan lebih dari 177 rumah sakit, 4.623 lembaga pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi, serta berbagai layanan sosial seperti panti asuhan dan lembaga kemanusiaan.
Upaya pemberdayaan juga diperkuat melalui “Trisula Abad Kedua” yang terdiri dari Lazismu, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), yang aktif dalam program pengentasan stunting, peningkatan ekonomi umat, hingga penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Tidak hanya di dalam negeri, kiprah Muhammadiyah kini menjangkau dunia internasional. Dengan semangat dakwah berkemajuan, persyarikatan telah hadir di berbagai benua — mulai dari pendirian masjid di Eropa, sekolah dasar di Australia, hingga pembangunan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).
Puncak resepsi milad di UM Bandung juga dimeriahkan dengan pameran inovasi dan teknologi dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), menunjukkan bahwa kontribusi Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, teknologi, dan kemanusiaan terus relevan dan semakin maju.
Perayaan Milad ke-113 ini menegaskan bahwa spirit mencerahkan semesta sebagaimana dicita-citakan KH Ahmad Dahlan tetap hidup, berkembang, dan berdampak nyata bagi bangsa dan dunia.
