UM Tangerang Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Standar Pendidikan Tinggi dan Pengukuhan Pengurus APMU PTMA
TANGERANG – Universitas Muhammadiyah Tangerang menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan Standar Diferensial sekaligus Pengukuhan Pengurus Asosiasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APMU PTMA), Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan APMU PTMA tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman dan koordinasi pengelola penjaminan mutu di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), khususnya dalam menghadapi perkembangan regulasi pendidikan tinggi serta mendorong terwujudnya perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Rektor UM Tangerang, Dr. Warsito, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Tangerang sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi ini memiliki arti penting bagi seluruh PTMA dalam menyelaraskan tata kelola pendidikan tinggi dengan berbagai ketentuan dan kebijakan terbaru.
Ia berharap materi yang disampaikan tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai regulasi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi pedoman teknis dan langkah nyata yang dapat diterapkan hingga tingkat fakultas dan program studi.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, M. Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D., dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa mutu merupakan salah satu napas penting dalam gerakan Muhammadiyah, termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Ia menekankan bahwa penjaminan mutu harus menjadi perhatian seluruh unsur perguruan tinggi, bukan sekadar kewajiban administratif atau pemenuhan dokumen untuk kepentingan akreditasi.
Salah satu faktor yang dinilai memiliki peran menentukan dalam keberhasilan sistem penjaminan mutu adalah kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, penguatan kapasitas SDM menjadi fondasi agar sistem penjaminan mutu dapat diterapkan secara konsisten dan berkembang menjadi budaya kerja serta budaya akademik di lingkungan PTMA.
Dengan demikian, penjaminan mutu tidak hanya dipahami sebagai rangkaian prosedur dan standar, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, M. Adam Jerusalem juga menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi dalam mewujudkan PTMA yang unggul.
Upaya peningkatan mutu, menurutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada unit atau lembaga penjaminan mutu. Pimpinan perguruan tinggi, fakultas, program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memastikan standar mutu dijalankan secara berkelanjutan.
Karena itu, kegiatan sosialisasi sekaligus pengukuhan pengurus APMU PTMA diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kesamaan langkah antarlembaga penjaminan mutu di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Pengukuhan kepengurusan APMU PTMA juga menjadi bagian dari penguatan peran asosiasi sebagai wadah kolaborasi dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan dan kebutuhan pendidikan tinggi.
Melalui sosialisasi SN Dikti, SPMI, dan Standar Diferensial, para pengelola PTMA diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan standar mutu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Pemahaman tersebut menjadi penting agar kebijakan penjaminan mutu dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu secara berkesinambungan.
Selain memperkuat tata kelola kelembagaan, implementasi standar yang efektif juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, layanan akademik, serta daya saing perguruan tinggi.
Sebagai tuan rumah, UM Tangerang turut mengambil bagian dalam mendukung penguatan jejaring penjaminan mutu antar-PTMA. Kegiatan ini sejalan dengan upaya universitas untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan membangun budaya akademik yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi yang semakin erat, APMU PTMA diharapkan mampu menjadi penggerak dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akreditasi, tetapi juga menghadirkan pendidikan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang unggul, berkemajuan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dokumentasi Kegiatan



