Mahasiswa MPBI PPs UMT Lakukan Penelitian Bahasa “Cina Benteng”
Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang melakukan penelitan terkait penggunaan bahasa cina benteng dan sejarahnya. Penelitian dilakukan pada hari Selasa 23/01 di kawasan pasar anyar Kota Tangerang Banten.
Kegiatan yang di gagas oleh Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang bu Dr. Goziyah, M.Pd dilaksanakan oleh 5 (lima) orang mahasiswa dari MPBI PPs UMT semester 4. Kelima mahasiswa tersebut adalah Arry Patria Surya Azhar, Andika Panduwinata, Abi Yudho Hardiansyah, Martina Pasha dan Lilis Sartika Bowo Laia.
Para mahasiswa disambut dan diterima dengan baik oleh bapak Hendra yang merupakan penggiat Cina Benteng di Kota Tangerang.
Peranakan Tionghoa di Tangerang atau yang dikenal dengan Cina Benteng telah lama berakulturasi dengan masyarakat setempat, khususnya dalam hal kebahasaan. Penggunaan bahasa tercermin dari interaksi yang telah mereka lakukan dengan masyarakat setempat atau orang-orang lokal.
Bapak Hendra atau yang biasa akrab dipanggil Acong juga menjelaskan bahwa orang-orang cina yang baru datang ke daerah Tangerang disebut sebagai Sengke yang artinya baru datang dari negeri Cina.
“Sengke ini datang dengan melakukan sosialisasi dan berbaur dengan masyarakat lokal, mereka bukan hanya membawa tradisi dan budaya atau bahasa saja melainkan semua hal yang berkaitan dengan
jati diri Tionghoa”. Ucap Hendra.
Sementara itu menurut Kaprodi MPBI PPs UMT bu Dr. Goziyah,M.Pd menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menambah pengalaman dan pengetahuan baru dibidang mata kuliah Pengembangan Sosiolinguistik.
“Banyak hal baru yang kita ketahui setelah melakukan penelitian ini, menjadi pengalaman dan pengetahuan bagi kami di mata kuliah pengembangan sosiolinguistik jalan kami melakukan penelitian ini”. Ujar bu Goziyah.
Dirinya juga menambahkan bahwa hasil penelitian ini akan dijadikan artikel ilmiah,
“Hasil penelitian ini akan kami jadikan artikel ilmiah dan kami publikasikan pada jurnal”. Tutup bu Kaprodi MPBI. (MF)
