Pentingnya Memahami Potensi dan Manfaat Dibalik Bahaya Limbah Masker
Peningkatan penggunaan masker sekali pakai pasca pandemic terjadi di seluruh dunia, estimasi penggunaan masker setiap hari pada beberapa negara di Asia mencapai 2.228.170,832 masker per hari. Banyaknya penggunaan masker menimbulkan permasalahan baru, yaitu terjadinya peningkatan jumlah limbah masker sekali pakai, sehingga ada kekhawatiran limbah masker yang dihasilkan dapat menyerang ekosistem perairan.
Limbah masker dapat membahayakan masyarakat khususnya petugas kebersihan. Pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius masih sangat minim. Sampah ini harus dipilah terlebih dahulu sebelum dikirim ke TPA. Masker bekas masuk dalam kategori sampah yang tidak dapat didaur ulang dan merupakan sampah yang harus dibuang pada tempatnya, yaitu tempat pembuangan sampah (TPS).
Masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara penanganan sampah ini dengan benar. Salah satu penyebab ketidak tahuan masyarakat dalam pengelolaah sampah ini adalah masih minimnya sarana edukasi dan sosialisasi mengenai hal tersebut. Beberapa penelitian yang saat ini sedang trend adalah limbah masker dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan, sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah masker.
Berikut tata cara pengelolaan masker setelah pakai
Saat ini telah banyak dilakukan beberapa penelitian mengenai pemanfaatan limbah masker antara lain:
a). Pemanfaatan limbah masker dalam pembelajaran seni lukis mixed media dapat meningkatkan kreativitas siswa dan dapat memunculkan ide baru dalam berkarya seni.
b). Limbah masker sekali pakai dapat digunakan sebagai bahan pengganti bitumen dalam campuran aspal.
c). Limbah masker sekali pakai dapat digunakan sebagai campuran pembuatan paving block.
d). Limbah masker medis dapat dimanfaatkan sebagai material interior dan eksterior bangunan.
e). Limbah masker bekas dapat diolah menjadi material produk interior dengan teknik mix media, daur ulang, dan teknik pemanasan.
Limbah masker medis memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai material yang bernilai, sehingga dapat membantu mengurangi limbah masker yang berbahaya untuk dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bukan hanya dianggap sebagai perusak ekosistem alam.
Untuk melihat full dokumen silahkan download :
