BKSAP DPR RI Sambangi UM Tangerang, Buka Peluang Kolaborasi Diplomasi Parlemen dan Dunia Akademik
TANGERANG – Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI menyambangi Universitas Muhammadiyah Tangerang, Senin (5/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peran DPR RI dalam diplomasi parlemen sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan dunia akademik.
Kegiatan bertajuk Mengenal Diplomasi Parlemen Indonesia: Peran dan Kegiatan BKSAP DPR RI itu dihadiri jajaran pimpinan dan anggota delegasi BKSAP DPR RI dari berbagai fraksi. Rombongan disambut langsung Rektor UM Tangerang, Dr. Warsito, M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas dan Fakultas Hukum UM Tangerang.
Delegasi BKSAP DPR RI dipimpin Wakil Ketua BKSAP dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Muhammad Husein Fadlulloh, B.Bus., MM., MBA.
Turut hadir H. Didik Hariyadi, S.T., S.H. (Fraksi PDI Perjuangan), Robert Joppy Kardinal, S.A.B. (Fraksi Partai Golkar), Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si. (Fraksi Partai Gerindra), Amelia Anggraini, S.I.Kom. (Fraksi Partai NasDem), Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag. dan Elpisina, S.Sos., M.Si. (Fraksi PKB), Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, S.E. dan Hj. Meitri Citra Wardani, S.H. (Fraksi PKS), Sigit Purnomo, S.A.P., S.H. dan Surya Utama, S.I.P. (Fraksi PAN), serta Faujia Helga Br. Tampubolon (Fraksi Partai Demokrat).
Rektor UM Tangerang Dr. Warsito mengapresiasi kunjungan BKSAP DPR RI. Menurutnya, pertemuan antara parlemen dan perguruan tinggi memiliki nilai strategis karena memberikan pengalaman dan wawasan langsung kepada mahasiswa mengenai dinamika hubungan internasional, diplomasi, serta kelembagaan negara.
Ia berharap lulusan UM Tangerang, khususnya mahasiswa Fakultas Hukum, tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk masuk dan berkontribusi dalam ekosistem kelembagaan negara.
Warsito juga mengingatkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, menurutnya menuntut generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi di luar pencapaian akademik semata.
Dalam pemaparannya, BKSAP DPR RI menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari persaingan Amerika Serikat dan China, konflik regional, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Di sisi lain, efektivitas sejumlah institusi multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga menghadapi tantangan.
Kondisi tersebut membuat diplomasi negara tidak hanya membutuhkan jalur pemerintah, tetapi juga perlu diperkuat melalui kanal diplomasi lainnya, termasuk diplomasi parlemen.
Diplomasi parlemen dijalankan DPR RI melalui komunikasi, hubungan, dan kerja sama dengan parlemen negara lain maupun organisasi parlemen internasional. Bentuknya antara lain pertemuan bilateral, kunjungan parlemen, pembentukan Grup Kerja Sama Antar Parlemen, serta partisipasi dalam berbagai forum regional dan internasional.
Muhammad Husein Fadlulloh menegaskan, diplomasi parlemen merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi Indonesia secara keseluruhan.
“Diplomasi parlemen adalah salah satu instrumen yang dapat memperkuat diplomasi negara secara keseluruhan. Ia tidak menggantikan peran pemerintah, tetapi melengkapi melalui jalur yang berbeda,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara parlemen dan akademisi juga memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
“Melalui diplomasi parlemen, DPR RI dapat membantu membuka peluang ekonomi, investasi, perdagangan, pendidikan, dan kerja sama internasional yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh daerah,” tuturnya.
Dekan Fakultas Hukum UM Tangerang, Dr. Auliya Khasanofa, S.H., M.H., menilai kehadiran BKSAP DPR RI memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memahami praktik diplomasi dan kebijakan publik secara lebih dekat.
Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari riset, forum akademik, moot court, program magang, hingga pengembangan jejaring internasional.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa UM Tangerang dengan anggota delegasi BKSAP DPR RI. Forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus berdialog langsung mengenai diplomasi parlemen dan isu-isu global.
Pertemuan ini juga membuka peluang tindak lanjut kerja sama melalui program magang, riset kebijakan, serta forum akademik bersama.
Kunjungan BKSAP DPR RI ke UM Tangerang menjadi langkah awal memperluas hubungan antara parlemen dan dunia akademik. Bagi UM Tangerang, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berkembang menjadi program nyata yang memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan hukum, diplomasi, dan perspektif global.
Dokumentasi Kegiatan :





