UM Tangerang Jadi Tuan Rumah Olimpiade Sains Indonesia Tingkat Kota Tangerang, Dorong Generasi Muda Berprestasi
TANGERANG – Universitas Muhammadiyah Tangerang kembali memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ekosistem pendidikan di Kota Tangerang. Kali ini, UM Tangerang dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade Sains Indonesia (OSI) Tingkat Kota Tangerang, yang digelar bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Omni Indonesia dan Omni Sains Indonesia.
Kompetisi tersebut diikuti puluhan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kehadiran para pelajar di lingkungan kampus UM Tangerang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan atmosfer pendidikan tinggi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi akademiknya.
Olimpiade Sains Indonesia menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir, kreativitas, serta keberanian dalam berkompetisi. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya berprestasi sejak usia dini.
Kabag Humas UM Tangerang, Iqbal Farid Maulana menyampaikan bahwa kepercayaan menjadi lokasi penyelenggaraan OSI merupakan bentuk sinergi perguruan tinggi dengan dunia pendidikan dasar dan menengah di Kota Tangerang.
“UM Tangerang menyambut baik kepercayaan untuk menjadi tempat penyelenggaraan Olimpiade Sains Indonesia tingkat Kota Tangerang. Bagi kami, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pendidikan bagi mahasiswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun ekosistem pendidikan secara lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti olimpiade sains memiliki nilai strategis karena dapat memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenali dan mengembangkan potensi mereka sejak dini.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman positif bagi para peserta. Kompetisi bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana anak-anak berani mencoba, mengembangkan kemampuan, belajar dari proses, dan membangun kepercayaan diri untuk meraih prestasi,” tambahnya.
Penunjukan UM Tangerang sebagai lokasi penyelenggaraan OSI juga memperlihatkan komitmen universitas untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya sekolah, yayasan, lembaga pendidikan, dan mitra strategis di Kota Tangerang.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang saling terhubung, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan tinggi.
Dengan berada di lingkungan kampus, para peserta juga mendapatkan pengalaman akademik yang berbeda. Atmosfer perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus melanjutkan pendidikan dan memiliki cita-cita yang lebih tinggi.
UM Tangerang memandang pengembangan sumber daya manusia harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan akademik dan kompetisi pelajar menjadi bagian dari kontribusi universitas dalam menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan intelektual, karakter, dan daya saing.
Bersama Yayasan Pendidikan Omni Indonesia dan Omni Sains Indonesia, UM Tangerang berharap penyelenggaraan OSI dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.
“Kami ingin kolaborasi seperti ini terus berlanjut. Perguruan tinggi, sekolah, yayasan, dan berbagai lembaga pendidikan dapat berjalan bersama untuk menciptakan ruang belajar dan berprestasi bagi generasi muda Kota Tangerang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, UM Tangerang kembali menegaskan posisinya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan Kota Tangerang yang tidak hanya berfokus pada pendidikan tinggi, tetapi juga aktif memberikan kontribusi bagi perkembangan pendidikan secara menyeluruh.
Kolaborasi melalui Olimpiade Sains Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu langkah bersama dalam melahirkan generasi Kota Tangerang yang unggul, kreatif, berprestasi, dan memiliki daya saing, sekaligus membangun budaya akademik yang semakin kuat sejak usia dini.
