Peningkatan Kualitas Pembelajaran melalui Workshop Penyusunan RPS Kurikulum OBE di Program Studi Teknik Industri
Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kurikulum OBE pada Sabtu, 9 Oktober 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen program studi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan paradigma pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL). Workshop diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Teknik Industri dan mendapat dukungan penuh dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) Universitas Muhammadiyah Tangerang, yang berperan aktif dalam mendorong peningkatan kompetensi pedagogik dosen serta penguatan implementasi kurikulum OBE di lingkungan universitas.
Workshop ini menghadirkan narasumber Ibu Desty Haswati, M.Pd, seorang Kepala Bagian di bidang Kurikulum dan Pembelajaran LPPP UMT yang berpengalaman dalam pengembangan kurikulum dan desain pembelajaran berbasis capaian. Dalam penyampaiannya, beliau memaparkan secara mendalam tentang pentingnya Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai instrumen utama perencanaan pembelajaran di perguruan tinggi.
Menurut beliau, RPS bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga merupakan representasi dari filosofi mengajar seorang dosen. Melalui RPS, dosen memiliki peta jalan yang jelas mengenai bagaimana proses pembelajaran dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Dalam sesi materi dan diskusi, Ibu Desty Haswati, M.Pd menjelaskan beberapa poin penting yang menjadi tujuan serta fokus utama dalam penyusunan RPS berbasis kurikulum OBE, antara lain:
Memahami RPS sebagai instrumen utama perencanaan pembelajaran. RPS harus mampu menggambarkan keseluruhan proses belajar mengajar yang direncanakan oleh dosen, mulai dari tujuan, capaian, hingga strategi pembelajaran yang akan digunakan.
Menyusun RPS yang sesuai dengan standar KKNI, SN-DIKTI, dan pedoman penyusunan RPS UMT. Standar ini menjadi dasar agar setiap mata kuliah memiliki arah capaian yang konsisten dengan kebijakan nasional dan visi universitas.
Merumuskan CPMK, Sub-CPMK, dan materi ajar yang selaras dengan CPL program studi. Hal ini penting agar ada kesinambungan antara tujuan pembelajaran mata kuliah dengan tujuan pembelajaran program studi secara keseluruhan.
Mendesain metode pembelajaran, penilaian, dan bahan ajar yang terintegrasi. Desain pembelajaran harus mendorong keaktifan mahasiswa dan memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
Menghasilkan draft RPS yang siap diimplementasikan dalam perkuliahan. Dosen diarahkan untuk langsung mempraktikkan penyusunan RPS pada mata kuliah yang diampu, sehingga hasil workshop dapat langsung diterapkan pada semester berikutnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik penyusunan RPS. Narasumber memberikan contoh-contoh konkret dan membimbing peserta dalam merumuskan komponen-komponen penting RPS, mulai dari deskripsi mata kuliah, capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, hingga penilaian hasil belajar.
Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) UMT turut memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Melalui kegiatan seperti workshop ini, LPPP menegaskan komitmennya dalam mendampingi setiap program studi untuk memastikan implementasi kurikulum OBE berjalan efektif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam membangun budaya akademik yang reflektif dan berorientasi pada mutu pembelajaran.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh dosen Program Studi Teknik Industri memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyusunan RPS berbasis OBE dan mampu menerapkannya secara konsisten dalam proses pembelajaran. RPS yang dirancang dengan baik tidak hanya memandu pelaksanaan perkuliahan, tetapi juga menjadi tolok ukur pencapaian kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan pesan inspiratif dari narasumber,
" RPS bukan sekadar dokumen administratif, tetapi refleksi filosofi mengajar dosen. RPS yang baik mencerminkan kualitas perencanaan pembelajaran, arah capaian lulusan, dan komitmen terhadap mutu program studi "
Melalui semangat ini, Program Studi Teknik Industri UMT terus berupaya menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu dan relevansi. Workshop ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju pembelajaran yang lebih terencana, terukur, dan bermakna bagi seluruh sivitas akademika.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) UMT mengajak seluruh dosen, tenaga pendidik, dan sivitas akademika untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi yang rutin diselenggarakan.
Ikuti terus informasi terbaru seputar pelatihan, seminar, workshop, dan kegiatan akademik lainnya melalui kanal resmi LPPP UMT di media sosial.
📱 Instagram: lp3_umt
🌐 Website: umt.ac.id/lppp/
Mari bersama wujudkan pendidikan bermutu, pembelajaran bermakna, dan dosen inspiratif untuk masa depan yang lebih unggul di Universitas Muhammadiyah Tangerang!
" A good RPS is not just a plan – it’s a promise of meaningful learning. "
