LPK-AIKA UM Tangerang Perkuat Peran Dosen AIKA dalam Pemberdayaan Kaum Dhuafa Berbasis Al-Ma’un
TANGERANG – Lembaga Pengembangan Kemuhammadiyahan, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Tangerang terus memperkuat kapasitas dosen AIKA dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keislaman, tetapi juga mampu melahirkan aksi nyata di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Dosen AIKA 3 yang digelar di Ruang Ahmad Dahlan UM Tangerang dengan mengusung tema “Transformasi Pembelajaran AIKA Berbasis Al-Ma’un: Penguatan Kompetensi Dosen untuk Pemberdayaan Kaum Dhuafa.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LPK-AIKA UM Tangerang memperkuat implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pembelajaran sekaligus mendorong dosen untuk mengembangkan pendekatan yang lebih kontekstual, transformatif, dan relevan dengan persoalan sosial di masyarakat.
Workshop tersebut dihadiri Wakil Rektor III UM Tangerang Dr. Asrori Mukhtarom, S.H., M.A., Direktur LPK-AIKA UM Tangerang Dr. Yusrizal, M.E.Sy., Wakil Dekan II FAI UM Tangerang Dr. Milana Abdillah Subarkah, M.A., jajaran LPK-AIKA, serta para dosen AIKA UM Tangerang.
Direktur LPK-AIKA UM Tangerang Dr. Yusrizal menegaskan, penguatan kompetensi dosen AIKA perlu diarahkan pada pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan realitas kehidupan sosial.
“Pembelajaran AIKA tidak cukup berhenti pada pemahaman konsep dan teori. Nilai-nilai Islam harus mampu diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan nyata, terutama dalam membangun kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, spirit Al-Ma’un memiliki relevansi kuat dengan misi pendidikan Muhammadiyah yang menempatkan kebermanfaatan sosial sebagai bagian penting dari pengamalan nilai-nilai keislaman.
Melalui workshop tersebut, para dosen didorong untuk memperkuat kompetensi pedagogik sekaligus mengembangkan metode pembelajaran AIKA yang mampu menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat pemberdayaan kaum dhuafa.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran AIKA diharapkan tidak hanya membentuk mahasiswa yang memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial serta kemauan untuk mengambil peran dalam memberikan solusi.
Spirit Al-Ma’un pada akhirnya diarahkan menjadi bagian dari proses pendidikan yang menghubungkan ilmu, nilai, dan pengabdian. Dengan demikian, pembelajaran AIKA di UM Tangerang diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman keislaman sekaligus kepedulian dan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
