Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMT Angkat Isu Mural sebagai Media Ekspresi Lewat Film Dokumenter “Pesan di Ujung Garis”
Tangerang (29 Oktober 2025) — Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) sukses melaksanakan kegiatan suasana akademik berupa produksi film dokumenter berjudul “Pesan di Ujung Garis.” Kegiatan ini berlangsung pada 1–10 Oktober 2025 di area publik Kota Tangerang dan lingkungan kampus UMT.
Film dokumenter tersebut mengusung tema “Mural sebagai Media Ekspresi dan Komunikasi, Bukan Vandalisme.” Melalui karya ini, mahasiswa semester 7 mata kuliah Produksi Film Dokumenter berupaya menunjukkan bahwa mural bukan sekadar coretan di dinding, melainkan bentuk komunikasi visual yang sarat makna sosial dan pesan moral.
Dosen pengampu, Patrick Hallomon, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mahasiswa untuk mengimplementasikan teori produksi film dokumenter dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. “Mahasiswa tidak hanya belajar teknis sinematografi, tetapi juga memahami nilai sosial di balik karya seni jalanan,” ujarnya.
Film “Pesan di Ujung Garis” menampilkan perjalanan para seniman mural di berbagai sudut Kota Tangerang yang menggunakan dinding sebagai medium untuk menyampaikan kritik sosial, pesan moral, dan keindahan visual. Melalui wawancara dengan seniman, masyarakat, dan pakar seni, film ini berusaha mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap mural sebagai tindakan vandalisme.
Setiap goresan dan warna dalam mural dipahami sebagai pesan di ujung garis — simbol komunikasi antara rakyat dan ruang publik yang seringkali tak terdengar melalui media formal.
Karya dokumenter ini juga menjadi bagian dari tugas akhir mahasiswa sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan kontribusi terhadap pengembangan budaya komunikasi visual di masyarakat. Film ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi mahasiswa UMT.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Dr. Mirza Shahreza, M.I.K, selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, yang menilai film tersebut sebagai wujud nyata kolaborasi antara dunia akademik dan isu sosial masyarakat. “Mahasiswa telah berhasil menyampaikan pesan penting melalui medium kreatif yang dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
