Respons Aspirasi Mahasiswa, Wakil Rektor III UMT Buka Ruang Dialog Langsung dan Kekeluargaan
TANGERANG – Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dr. Asrori Mukhtarom, M.A., membuka ruang dialog langsung bersama sejumlah mahasiswa sebagai respons terhadap aspirasi mengenai akses komunikasi dan pelayanan pimpinan universitas, Senin (26/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara mahasiswa dan pimpinan kampus, sekaligus memperkuat pendekatan persuasif dalam menyikapi berbagai persoalan kemahasiswaan.
Melalui dialog tersebut, Asrori memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, masukan, maupun persoalan yang berkaitan dengan aktivitas dan kebutuhan mereka di lingkungan universitas.
Langkah ini menunjukkan komitmen pimpinan UMT dalam menghadirkan ruang komunikasi yang tidak hanya mengedepankan prosedur kelembagaan, tetapi juga menjunjung tinggi keterbukaan, saling menghargai, dan semangat kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Asrori menegaskan bahwa mahasiswa memiliki kesempatan yang luas untuk bertemu dan berdiskusi secara langsung dengan pimpinan universitas.
Menurutnya, komunikasi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan pihak kampus.
Ia memastikan bahwa ruang komunikasi tetap terbuka bagi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi, gagasan, maupun masukan untuk pengembangan kegiatan kemahasiswaan.
Meski demikian, mekanisme pertemuan tetap perlu disesuaikan dengan jadwal dan agenda pimpinan agar proses komunikasi dapat berlangsung secara tertib, efektif, dan memberikan ruang pembahasan yang optimal.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan mahasiswa sekaligus meminimalkan kesalahpahaman yang berpotensi muncul akibat keterbatasan komunikasi.
Selain membahas akses komunikasi, Wakil Rektor III UMT juga menegaskan komitmennya dalam mendukung berbagai kegiatan dan program yang diselenggarakan mahasiswa.
Menurutnya, aktivitas kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama di luar proses pembelajaran akademik.
Organisasi dan kegiatan mahasiswa menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta mengelola program secara bertanggung jawab.
Karena itu, sinergi antara mahasiswa dan universitas perlu terus diperkuat agar berbagai potensi yang dimiliki mahasiswa dapat berkembang secara optimal.
Dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang produktif, partisipatif, dan mampu mendorong lahirnya mahasiswa yang berprestasi serta memiliki kepedulian sosial.
Dalam dialog tersebut, Asrori turut mengajak mahasiswa untuk menjadikan tabayun dan musyawarah sebagai landasan dalam menyikapi berbagai persoalan di lingkungan kampus.
Tabayun, sebagai prinsip untuk mencari kejelasan dan memastikan kebenaran informasi, dinilai penting agar setiap persoalan dapat dipahami secara menyeluruh sebelum diambil kesimpulan.
Sementara itu, musyawarah menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai pandangan dan menemukan penyelesaian yang mengedepankan kepentingan bersama.
Ia berharap hubungan antara mahasiswa dan pimpinan universitas tidak semata-mata dipandang sebagai hubungan struktural dan birokratis, melainkan juga dibangun atas dasar kekeluargaan, kepercayaan, dan rasa saling menghormati.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Persyarikatan Muhammadiyah yang mengedepankan dialog, kebersamaan, dan mufakat dalam membangun kehidupan organisasi yang harmonis.
Dialog langsung bersama mahasiswa ini menjadi salah satu langkah Wakil Rektor III UMT dalam memperkuat hubungan antara pimpinan universitas dan mahasiswa melalui pendekatan yang lebih komunikatif.
Keterbukaan terhadap aspirasi diharapkan dapat menjadi fondasi untuk membangun budaya akademik yang sehat, sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kampus.
Melalui komunikasi yang berkelanjutan, UMT berupaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi partisipasi, kreativitas, dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa.
Dengan semangat Unggul, Inklusif, dan Berdampak, Universitas Muhammadiyah Tangerang terus mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antara pimpinan dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang unggul, berkemajuan, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Dokumentasi Kegiatan :




