Wisuda Ke-19, UM Tangerang Bekali 3.038 Lulusan dengan Sertifikasi Kompetensi Hadapi Persaingan Global
TANGERANG – Universitas Muhammadiyah Tangerang mewisuda 3.038 lulusan program sarjana dan pascasarjana dalam Wisuda Ke-19 yang digelar di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (29/9/2026).
Wisuda yang diikuti lulusan dari delapan fakultas tersebut dilaksanakan dalam tiga sesi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, khidmat, dan kondusif.
Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, Rektor UM Tangerang Dr. Warsito, M.Si. tidak hanya menyampaikan pesan agar para lulusan menjaga integritas dan nilai keislaman, tetapi juga mendorong mereka untuk terus memperkuat kompetensi agar mampu menghadapi persaingan global.
Dr. Warsito mengingatkan para lulusan bahwa perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), membawa peluang sekaligus tantangan baru.
Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan fondasi iman dan nilai-nilai keislaman agar lulusan memiliki pegangan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Harapan kami yang pertama, di tengah perkembangan teknologi AI, kami menekankan agar menguatkan iman dan Islam terlebih dahulu. Tanpa fondasi iman yang kuat, godaan di luar sana dikhawatirkan dapat menjerumuskan ke hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu bekal penting yang disampaikan kepada ribuan lulusan sebelum mereka memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Selain fondasi keagamaan, Rektor UM Tangerang menekankan pentingnya kompetensi dan literasi digital. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan tambahan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Peningkatan kemampuan kompetensi itu mutlak. Sarjana tidak cukup hanya dengan ijazah, mereka harus meningkatkan literasi digital dan mengikuti sertifikasi kompetensi agar siap bersaing. Di Banten saja ada sekitar 200 ribu lulusan sarjana. Tanpa bekal kompetensi, mereka akan keteteran,” jelas Warsito.
Ia juga menyoroti pentingnya soft skills, terutama kemampuan analisis dan pemecahan masalah (problem solving). Kemampuan tersebut dinilai menjadi bagian penting yang dibutuhkan lulusan ketika menghadapi persoalan nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Untuk memperkuat daya saing lulusan, UM Tangerang telah menyiapkan berbagai skema sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) internal kampus.
Dr. Warsito menyampaikan, saat ini UM Tangerang memiliki 35 skema sertifikasi yang dapat menjadi bagian dari bekal kompetensi mahasiswa selain ijazah.
“Di UM Tangerang alhamdulillah kita memiliki 35 skema sertifikasi. Selain ijazah, lulusan UM Tangerang dibekali sertifikasi kompetensi dari LSP internal kami serta sertifikat tes TOEFL. Jadi ketika lulus, mereka memegang ijazah, sertifikasi kompetensi, dan bukti kemampuan bahasa Inggris,” terangnya.
Dengan bekal tersebut, lulusan UM Tangerang diharapkan tidak hanya memiliki kualifikasi akademik, tetapi juga bukti kompetensi dan kemampuan bahasa Inggris yang dapat mendukung kesiapan mereka memasuki dunia profesional.
Menutup pesannya kepada para wisudawan, Dr. Warsito mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan almamater dan menghargai peran orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Ia berharap para lulusan tidak berhenti setelah menerima gelar akademik, tetapi terus mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Setinggi apa pun pencapaian seorang lulusan, kalau dia tidak ingat kembali kepada orang tua dan almamaternya, itu tidak baik. Tetap ingat almamater, orang tua, dan pengabdiannya,” pungkasnya.
Wisuda Ke-19 UM Tangerang pun menjadi momentum bagi 3.038 lulusan untuk melanjutkan perjalanan setelah kampus dengan membawa bekal akademik, kompetensi profesi, kemampuan bahasa Inggris, serta nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia yang terus berubah.
