Baitul Arqom Perdana UM Tangerang Diikuti 93 Dosen dan Tendik, Perkuat Budaya Islami dan Nilai Kemuhammadiyahan

TANGERANG – Universitas Muhammadiyah Tangerang memperkuat fondasi keislaman dan nilai Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus melalui Baitul Arqom Dosen dan Tenaga Kependidikan. Mengusung tema “Meneguhkan Budaya Islami dan Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan yang Luhur dalam Aktivitas Akademik dan Non-Akademik di Kampus UM Tangerang”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi seluruh unsur UM Tangerang.

Baitul Arqom tersebut menjadi kegiatan perdana yang secara khusus diselenggarakan bagi dosen dan tenaga kependidikan UM Tangerang. Sebanyak 93 peserta mengikuti kegiatan yang berasal dari 8 fakultas, 1 Program Pascasarjana, serta 18 Badan/Lembaga/Biro/Unit (BLBU) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada penguatan pemahaman keislaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik, profesionalitas, sekaligus komitmen terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIKA).

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Direktur LPK-AIKA UM Tangerang, Dr. Yusrizal, M.E.Sy., mengatakan terselenggaranya Baitul Arqom merupakan hasil kolaborasi dan dukungan berbagai unsur pimpinan serta sivitas akademika UM Tangerang.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki posisi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kaderisasi Muhammadiyah di lingkungan universitas.

“Baitul Arqom ini bukan sekadar kegiatan pembinaan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kualitas sumber daya manusia UM Tangerang sekaligus memperkuat kaderisasi Muhammadiyah di lingkungan kampus,” ujar Dr. Yusrizal.

Ia berharap para peserta dapat membawa semangat dan nilai yang diperoleh dari Baitul Arqom ke dalam aktivitas akademik maupun nonakademik sehari-hari.

“Kita ingin membangun kesamaan visi, menguatkan langkah, menyatukan hati, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan UM Tangerang sebagai Amal Usaha Muhammadiyah,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memahami, menghayati, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Persyarikatan.

Sementara itu, Plt. Rektor UM Tangerang, Dr. Warsito, M.Si., menegaskan bahwa penguatan budaya Islami dan nilai Kemuhammadiyahan menjadi semakin penting di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Ia menyampaikan, UM Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Hal tersebut tercermin dari capaian Akreditasi Institusi Unggul serta 11 program studi yang telah berstatus Unggul.

Namun, menurut Dr. Warsito, pencapaian tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai AIKA dan ideologi Muhammadiyah.

“Keunggulan UM Tangerang tidak cukup hanya dibangun melalui prestasi akademik, akreditasi, maupun capaian kelembagaan. Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah, kita juga harus memiliki kekuatan dalam Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta pemahaman ideologi Muhammadiyah,” ujar Dr. Warsito.

Ia menilai Baitul Arqom menjadi salah satu instrumen penting untuk menyatukan visi dan memperkuat karakter seluruh unsur UM Tangerang agar bergerak dalam arah yang sama.

“Baitul Arqom ini menjadi ruang untuk menyatukan visi seluruh unsur di lingkungan UM Tangerang. Kita ingin setiap dosen dan tenaga kependidikan memahami bahwa apa yang kita kerjakan bukan hanya pekerjaan profesional, tetapi juga bagian dari ikhtiar dakwah dan pengabdian melalui Amal Usaha Muhammadiyah,” tegasnya.

Dr. Warsito juga menekankan bahwa nilai-nilai Kemuhammadiyahan harus dapat diteruskan kepada mahasiswa melalui keteladanan para dosen dan tenaga kependidikan.

Menurutnya, pemahaman AIKA tidak cukup hanya berada pada tataran teori. Nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku, budaya kerja, proses pembelajaran, pelayanan akademik, hingga interaksi sehari-hari di lingkungan kampus.

“Para dosen dan tenaga kependidikan memiliki posisi strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa. Apa yang kita pahami dan kita praktikkan akan menjadi bagian dari pendidikan karakter mahasiswa. Karena itu, nilai AIKA harus hadir dalam kehidupan kampus secara nyata,” ungkapnya.

Dengan demikian, UM Tangerang diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, serta karakter Islami yang kuat.

Penguatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan UM Tangerang dalam mewujudkan visi “Menjadi Universitas Kelas Dunia yang Islami berbasis Green Industry.”

Baitul Arqom Dosen dan Tenaga Kependidikan UM Tangerang pun diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam membangun budaya akademik yang semakin kuat, Islami, profesional, dan berkemajuan.

“Selamat menjalankan Baitul Arqom dengan penuh semangat. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat kebersamaan dan komitmen kita dalam membawa Universitas Muhammadiyah Tangerang menuju masa depan yang semakin maju dan cerah,” pungkas Dr. Warsito.

Dokumentasi Kegiatan