FKIP UM Tangerang Gelar Workshop SIGAP, Integrasikan RPS dan Pembelajaran Digital untuk Perkuat Mutu Akademik
TANGERANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UM Tangerang) terus mendorong transformasi tata kelola akademik melalui Workshop SIGAP (Sinergi Integritas RPS dan Aplikasi Pembelajaran). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis FKIP UM Tangerang dalam mengintegrasikan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan pemanfaatan teknologi digital sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Workshop yang dirangkaikan dengan pembagian tugas mengajar dosen tersebut dihadiri Ketua BPH UM Tangerang Dr. KH. Saiman Soleh, M.Pd., serta Kepala BPMU UM Tangerang Prof. Dr. H. Aris Gumilar, M.M. Kegiatan menghadirkan narasumber dari bidang teknologi dan sistem informasi, Dyas Yudi Priyanggodo, M.Kom., yang memberikan penguatan mengenai pemanfaatan aplikasi pembelajaran dan integrasi RPS ke dalam sistem akademik.
Dekan FKIP UM Tangerang, Dr. Sumiyani, M.Pd., mengatakan Workshop SIGAP menjadi bagian dari upaya fakultas membangun sistem akademik yang semakin efektif, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital.
Menurutnya, FKIP UM Tangerang tengah mendorong implementasi RPS “MANTAP”, yakni Mudah, Akurat, Nyaman, Terpadu, Adaptif, dan Profesional, dengan dukungan sistem SIAOBE.
“Melalui SIGAP, kami ingin RPS tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen yang membantu dosen merancang dan melaksanakan pembelajaran secara lebih terarah. Karena itu, RPS harus mudah, akurat, nyaman, terpadu, adaptif, dan profesional,” ujar Dr. Sumiyani.
Ia menambahkan, integrasi antara RPS dan aplikasi pembelajaran diharapkan dapat mempermudah dosen dalam mengelola proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman akademik yang lebih sistematis bagi mahasiswa.
Langkah tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan tagline FKIP UM Tangerang, “Meretas Sangsi dengan Ilmu”, yang menjadi semangat fakultas dalam mengembangkan pendidikan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Sementara itu, Ketua BPH UM Tangerang, Dr. KH. Saiman Soleh, M.Pd., menekankan bahwa transformasi pendidikan di lingkungan Muhammadiyah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan sistem akademik. Menurutnya, pengembangan pendidikan harus tetap berpijak pada nilai-nilai dakwah Muhammadiyah.
Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah yang berlandaskan semangat amar makruf nahi munkar. Karena itu, kemajuan akademik dan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan integritas.
“Pendidikan di Muhammadiyah tidak boleh kehilangan ruh dakwah. Teknologi boleh berkembang, sistem boleh semakin maju, tetapi nilai amar makruf nahi munkar harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan pendidikan,” tegas Dr. KH. Saiman.
Ia berharap penguatan sistem akademik di FKIP UM Tangerang mampu melahirkan proses pendidikan yang tidak hanya efektif dari sisi tata kelola, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter mahasiswa.
“Kita ingin membangun budaya akademik yang unggul dalam keilmuan, tetapi juga kuat dalam nilai dan integritas. Inilah yang harus menjadi ciri pendidikan Muhammadiyah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BPMU UM Tangerang, Prof. Dr. H. Aris Gumilar, M.M., menyoroti pentingnya perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang efektif dan efisien. Pemanfaatan platform digital harus dilakukan secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik.
“Perguruan tinggi harus terus mengembangkan dan memanfaatkan platform digital. Digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu membuat tata kelola menjadi lebih efektif, terukur, dan memberikan kemudahan bagi seluruh sivitas akademika,” kata Prof. Aris.
Ia berharap Workshop SIGAP tidak berhenti pada pemahaman teknis, tetapi dapat menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan akademik dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu program studi, fakultas, hingga universitas.
“Kami berharap SIGAP dapat menjadi bagian dari proses peningkatan mutu yang berkelanjutan. Ketika sistem akademik semakin baik, proses pembelajaran semakin terarah, maka pada akhirnya kualitas program studi dan universitas juga akan semakin kuat,” tambahnya.
Workshop SIGAP menjadi momentum bagi FKIP UM Tangerang untuk mempertemukan tiga aspek penting dalam pengembangan pendidikan tinggi, yakni sumber daya manusia, sistem informasi akademik, dan peningkatan mutu pembelajaran.
Melalui integrasi tersebut, FKIP UM Tangerang berupaya memastikan perkembangan teknologi dapat benar-benar memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa. RPS tidak hanya diposisikan sebagai kewajiban akademik, tetapi menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen FKIP UM Tangerang untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan memperkuat tata kelola akademik dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Dengan semangat “Meretas Sangsi dengan Ilmu”, FKIP UM Tangerang menargetkan penguatan kualitas pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu melahirkan pendidik dan tenaga kependidikan yang adaptif, profesional, berintegritas, serta berkemajuan.
Dokumentasi Kegiatan


