Lomba PGSD Fair 2019 dengan tema Mengukir Prestasi dan Kreativitas di Era Kompetetif Tanpa Batas

Lomba PGSD Fair 2019 dengan tema Mengukir Prestasi dan Kreativitas di Era Kompetetif Tanpa Batas

Pada hari sabtu, 13 April 2019
Lomba PGSD Fair pertama dilakukan ditahun 2019, kategori yang diperlombakan adalah mewarnai, menyanyi dan menari tingkat Sekolah Dasar. Pada lomba mewarnai di ikuti oleh 23 peserta, lomba menyanyi 10 peserta dan lomba menari 15 peserta.

Pada hari sabtu ini tidak hanya acara perlombaan saja, tetapi disertai dengan adanya Bazar dan sekaligus penutupan acara PGSD Fair.

Acara penutupan disertai oleh laporan mengenai acara PGSD Fair 2019 yang sedang terlaksana oleh ibu Kaprodi Ina Magdalena M.Pd, beliau mengatakan bahwa acara Lomba PGSD Fair ini adalah acara yang sangat luar biasa dan berjalan dengan baik. Dengan adanya lomba ini kita dapat menciptakan kreativitas siswa SD dalam mengembangkan bakatnya serta melatih potensi siswa.

Penutupan acara PGSD Fair ini ditutup oleh bapak Dekan FKIP UMT Dr. Enawar S.Pd., MM,. MOS beliau mengatakan sangat berterimakasih kepada semua pikah yang terkait karena dengan diadakannya acara PGSD Fair ini yang sangat luar biasa sehingga dapat menumbuhkan kekeluargaan yang baik, dan beliau dengan bangga dan bahagia serta terharu menutup acara PGSD Fair 2019 ini.

Ibu kaprodi Ina Magdalena M.Pd menambahkan acara PGSD Fair ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dari semua pihak, panitia dosen serta HIMA PGSD yang mempersiapkan acara ini sehingga berjalan dengan sangat baik dan menakjubkan.

Sumber : himapgsd.umt.ac.id


Seminar Pendidikan Mengenai Peluang dan Tantangan Pendidikan Dasar Di Era Revolusi Industri 4.0

FKIP umt mengadakan acara PGSD fair 2019 Yang berlangsung selama 3 hari, di dalam acara tersebut terdapat berbagai macam perlombaan, bazar dan seminar pendidikan yang bertemakan “peluang dan tantangan pendidikan dasar di era revolusi industri 4.0” yang di adakan di allium hotel Tengerang pada hari Kamis, 11 April 2019.

Seminar ini membahas mengenai peluang dan tantangan pendidikan dasar di era revolusi industri 4.0. yang di isi oleh beberapa narasumber yakni prof. Dr. M. Syarief Sumantri kaprodi S3 pendidikan dasar UNJ, M. Pd, Dr Asep Mahfudin, M.pd konsultan pembelajaran quantum learning teaching dan kaprodi PGSD umt ibu Ina Magdalena, M.pd yang menjadi salah satu narasumber di acara tersebut.

Bu Ina menjelaskan bahwa revolusi industri sudah 4 kali mengalami perubahan dalam kurun waktu 236 tahun di mulai sejak tahun 1764 oleh James watt beliau menggunakan tenaga uap baik pada proses produksi, transformasi dan militer, perubahan kedua terjadi pada tahun1980 oleh herry ford yang melakukan inovasi ban berjalan, yang ketiga terjadi pada tahun 1970 pada revolusi ini manusia hanya sebagai operator control saja, dan yang terjadi saat ini adalah revolusi industri 4.0 yang di tandai dengan kemajuan internet mesin yang sebelumnya menggunakan operator pada revolusi ini tidak lagi digunakan.

Perkembangan revolusi ini sangat jelas terlihat dampaknya, banyak pekerjaan yang telah digantikan dengan robot ataupun mesin, pada saat ini pula tantangan seorang guru menjadi lebih berat, guru harus lebih menguasai teknologi agar bisa menghadapi era saat ini.

Dalam seminar kali ini dapat dipetik bahwa peran seorang guru tidak akan tergantikan oleh teknologi maka dari ini jangan takut dengan adanya Revolusi Industri 4.0 tetapi guru harus bisa memiliki softskill abad 21 agar bisa menghadapi era ini. Ibu Ina berpesan “Sebagai guru kita harus menguasai teknologi dan lebih maju jangan sampai tertinggal dengan peserta didik”.

Sumber : himapgsd.umt.ac.id


Mahasiwa UMT Ajak Masyarakat Perangi Hoax dan Taat Hukum

TANGERANG – Kaum milenial mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dikukuhkan menjadi anggota Kelompok Sadar Keamanan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) wilayah Sektor Tangerang, Minggu pagi 24 Maret 2019 di Tugu Adipura, Jalan Veteran Kota Tangerang berbarengan acara Car Free Day.

Dalam pengukuhan tersebut juga sekaligus dideklarasikan Pokdar Milenial dan Masyarakat Cerdas Anti Hoax. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa (Hima) UMT, Zaenab Fuji Rahayu menyatakan sikap sebagai Pokdar Kamtibmas Milenial, pihaknya menentang segala bentuk hoax dan kebohongan yang dapat merusak kedamaian dan kerukunan serta tatanan sosial Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami Pokdar Kamtibmas Milenial menolak hoax dari segala bentuk kebohongan media sosial yang merusak nilai-nilai Akhlaqul Karimah. Kami mendukung apa oun media sosial yang positif dan bermanfaat,” tegas Ketua Umum Hima UMT, Zaenab Fuji Rahayu.

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang (Prodi PGSD FKIP UMT), Ida Magdalena menjelaskan pihaknya ingin mengajak semua mahasiswa UMT kaum milenial untuk memerangi hoax.

“Mari kita menyebarkan kebaikan. Mahasiswa merupakan elemen masyarakat yang taat hukum,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Pokdar Kamtibmas Sektor Tangerang, Sukarman mengungkapkan Kelompok Sadar Kamtibmas merupakan tugas mulia tanpa pamrih. dikatakannya, Pokdar Kamtibmas harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

Dijelaskan Sukarman, mahasiswa UMT bergabung menjadi anggota Pokdar Kamtibmas wilayah Sektor Tangerang merupakan peran kaum milenial dalam mengajak masyarakat untuk taat aturan dan hukum.


Dekan FKIP UMT: Smart Generation Harus Memiliki Orientasi Kekinian dan Masa Depan yang Baik

TANGERANG – Smart generation memiliki lima unsur ciri yakni, konsep ketuhanan yang utuh, pemahaman mendalam terhadap permasalahan yang dihadapi, pola fikir solutif bukan mencari siapa yang salah, orientasi kekinian dan masa depan yang baik, sikap moderat dan toleran.

“Smart generation itu bertuhan. Percaya dengan hal yang ghoib namun tidak takut terhadap yang disebut hantu. Kenapa? Karena ketika mereka bertuhan maka mereka tahu bahwa hanya kepadaNYA kita berlindung, tidak memlercayai klenik, ramalan dan tahayul dalam menjalani kehidupan,” papar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang (FKIP UMT), Ernawan saat menjadi pembicara dalam seminar pendidikan yang bertemakan “Smart City Smart Generation” di Kota Tangerang, Sabtu 23 Maret 2019.

Seminar tersebut dalam rangkaian Musyawarah Daerah Ikatan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Musda Ikma PGSD) Indonesia — Daerah I Wilayah II tahun 2019 yang di gelar di UMT. Seminar ini dihadiri para mahasiswa yang tergabung dalam Ikma PGSD sewilayah Banten, DKI dan Jawa Barat. Hadir menjadi pembicara yakni Dekan FKIP UMT Ernawan, Plt Kepala Dinas Kominfo Indri Astuti, dan Ketua Ikma PGSD Indonesia Reza Aristiawan.

Ditambahkan Ernawan, smart generation juga harus memiliki orientasi kekinian dan masa depan yang baik, yakni mereka yang selalu memiliki inovasi, selalu ada untuk menjawab tantangan jaman.

“Hari-hari ini banyak diperbincangkan publik tentang revolusi 4.0. Padahal di Jepang revolusi ini sudah berubah menjadi 5.0. Maka itu pemikiran atau orientasi kekinian menjadi sangat penting untuk menjawab seluruh tantangan jaman dalam bentuk apapun,” ungkap Dekan FKIP UMT, Ernawan.

Plt Kadis Kominfo Kota Tangerang, Indri Astuti menjelaskan program smart city di Kota Tangerang telah dikembangkan sejak 2016 melalui Tangerang Live. Di program Tangerang Live tersedia 150 aplikasi untuk memudahkan warga Kota Tangerang memperoleh informasi dan mempermudah pelayanan yang transparan.

Tangerang Live memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan kita memperoleh informasi dan mempermudah pelayanan yang transparan. Aplikasi itu harus bisa digunakan dan menjadi kebutuhan masyarakat.

“Smart city Pemerintah Kota Tangerang memanfaatkan teknologi informasi yang diinisiasi oleh Walikota Tangerang Bapak Arief R Wismansyah melalui program Tangerang Live. Smart city bukan cuma memanfaatkan TI tetapi juga melakukan percepatan penanganan masalah kota. Ke depan Kota Tangerang dikembangkan sebagai kota 1000 industri dan jasa. untuk menuju itu kini terus diperbaiki sistem pelayanan yang berbasis online,” ungkap Indri Astuti.

Sementara itu Kepala Program Studi (Kaprodi) Kaprodi PGSD UMT, Ina Magdalena menegaskan pihaknya telah menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Ditambahkannya pula, saat ini Hima PGSD FKIP UMT telah memiliki pers kampus sebagai wadah aspirasi mahasiswa untuk menuangkan gagasan dan ide.

Sumber : Bantenkini.com


Musda Ikma PGSD Indonesia Digelar di UMT

TANGERANG – Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Tangerang (Warek III UMT) Dr H Desri Arwen MPd membuka Musyawarah Daerah Ikatan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Musda Ikma PGSD) Indonesia — Daerah I Wilayah II — di kampus UMT Jl Perintis Kemerdekaan – Cikokol, Kota Tangerang, Jumat siang 22 Maret 2019.

Dalam amanatnya, Warek III UMT Desri Arwen mengungkapkan Musda ini bagian dari menjalin dan mempererat silaturahmi. Di sini, sambung Warek III, di acara Musda ini kumpul mahasiswa PGSD dari Banten, DKI dan Jawa Barat.

Sementara itu Ketua Pelaksana Musda, Shintya mengatakan, Musda yang mengusung tema Satu dalam Kreativitas ini berlangsung selama tiga hari (22 -24 Maret 2019) dan diikuti 15 perguruan tinggi dari Banten, DKI Jakarta serta Jawa Barat.

“Selama pelaksanaan Musda, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya pemilihan ketua, seminar serta city tour serta pelantikan pengurus periode 2019 – 2020,” jelas Ketua Pelaksana Musda, Shintya saat jumpa pers usai acara pembukaan Musda di kampus UMT.

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) PGSD FKIP UMT, Zaenab Fuji Rahayu menambahkan, suatu kebanggaan bagi UMT menjadi tuan rumah pelaksanaan Musda ini. UMT menjadi tuan rumah Musda berdasatkan hasil Musda di Uhamka Jakarta tahun 2018 lalu.

“Sebetulnya UMT diminta menjadi tuan rumah Musda pada tahun lalu. Ketika itu karena UMT baru bergabung dengan IKMA PGSD, kami belum siap, maka gantinya adalah Uhamka. Ketika Musda di Uhamka, kembali UMT diminta menjadi penyelenggara Musda. Maka hari ini diselenggarakan di UMT,” ungkap Zaenab Fuji Rahayu.

Ditambahkannya, dalam musyawarah ini membahas peraturan yang ada di pusat dan dianggap janggal. Melalui musywarah ini diharapkan aspirasi guru di daerah bisa disampaikan kepada pemerintah.

“Inti acara ini memilih pengurus baru periode 2019 – 2020,” ungkapnya.

Sumber : Tangerangsatu.co.id


UMT Siapkan Konsep Kota Kreatif

Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif (Parinkraf) Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) siap menciptakan Kota Tangerang menjadi kota kreatif.

Menurut Dekan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif (Parinkraf) UMT Dr. Zalzulifa, saat ini sedang mengonsep kota Tangerang menjadi kota kreatif yang dikelola mahasiswa. Parinkraf mempunyai empat program studi, yaitu Prodi Pariwisata, Prodi Periklanan, Prodi Tarnsportasi dan Prodi Desain Komunikasi Visual. Kedepan semua mahasiswa yang ada di Kota Tangerang bisa menuangkan ide kreatifnya.

“Beberapa waktu lalu saya sudah bertemu dengan bapak walikota untuk membicarakan konsep kota kreatif. Respon beliau sangat bagus. Bahkan kami diminta untuk mengonsepkan bagiamana Kota kreatif tersebut,”ujarnya.

Zalzulifa mengatakan, setelah ada pembicaraan dengan walikota, dirinya langsung diajak pihak Badan Pengelolaan Aset Daerah Kota Tangerang (BPAD) untuk meninjau tempat sebagai lokasi pusat kota kreatif sebagai markas seperti di Bandung.

“Kalau di Bandung itu ITB bekerjasama dengan Pemkot Bandung untuk menjadikan Kota Bandung menjadi kota kreatif. Untuk itu kita juga akan mendorong, karena banyak ide kreatif mahasiswa dan pemuda bisa diolah dan aplikasikan untuk Kota Tangerang,”paparnya.

Zalzulifa menambahkan, lokasi yang ditawarkan ada 2 opsi yang pertama di tanah gocap satu lagi di taman sintala persis pinggir sungai Cisadane. Untuk itu konsepya harus dimatangkan agar bisa terwujud menjadi Kota kreatif.

“Kami sedang membuat konsepnya seperti apa yang nantinya akan kami persentasikan kepada pak walikota. Saat ini banyak tempat wisata dan kuliner lainnya yang bisa menjadi pendukung Kota Kreatif, untuk itu menjadi dasar kita membuat Kota Tangerang menjadi Kota kreatif,” tutupnya.

Sumber : tangerangekspres.co.id


Latest Blog
Upcoming Events
img

Universitas Muhammadiyah Tangerang adalah sebuah perguruan tinggi swasta dengan AIPT B yang terdapat di Cikokol, Kota Tangerang, Banten