HIMAPAR UMT Gelar Aksi Bersih & Wisata Sejarah di Kampung Kalipasir
Tangerang, 9 Agustus 2025 — Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Muhammadiyah Tangerang (HIMAPAR UMT) menggelar kegiatan Aksi Bersih & Wisata Sejarah di Kampung Kalipasir, salah satu kawasan tertua di Kota Tangerang yang sarat akan cerita sejarah dan nilai budaya. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (9/8) ini menggabungkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan upaya mengenalkan warisan sejarah lokal kepada generasi muda.

Kampung Kalipasir, yang terletak di tepi Sungai Cisadane, dikenal sebagai salah satu kawasan tertua di Kota Tangerang. Tempat ini menyimpan jejak perkembangan kota sejak berabad-abad lalu, mulai dari masa kolonial hingga era modern saat ini. Banyak peninggalan sejarah masih terjaga, termasuk Masjid Kalipasir yang berdiri sejak abad ke-18, rumah-rumah berarsitektur kolonial, hingga kisah-kisah budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Pagi Dimulai dengan Aksi Bersih
Kegiatan dibuka dengan apel singkat yang dipimpin oleh pengurus HIMAPAR UMT. Ketua Prodi Pariwisata sekaligus dosen pembimbing dalam kegiatan ini, Ibu Tiktik Dewi Sartika, S.Si., MT beserta Bapak Isaghoji, S.Tr.Par., M.Par, memberikan arahan singkat tentang tujuan kegiatan dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bersejarah. Bapak Abu Bakar, salah satu pengurus Kampung Kalipasir yang juga menjadi tokoh masyarakat setempat, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas inisiatif mahasiswa untuk peduli terhadap kawasan ini.




Tanpa menunggu lama, para peserta langsung bergerak menuju area Masjid Kalipasir. Dengan peralatan sederhana seperti sapu, pengki, kantong sampah, dan lap kain, mereka membersihkan halaman masjid, menyapu jalan setapak, memungut sampah di sudut-sudut yang sulit dijangkau, hingga merapikan area tempat wudu. Mahasiswa dan warga saling bahu-membahu, menciptakan suasana gotong royong yang hangat.
Di tengah kegiatan, beberapa warga tampak bercerita kepada mahasiswa tentang sejarah masjid yang dulunya menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan hanya untuk beribadah tetapi juga sebagai tempat bermusyawarah dan mengatur strategi pada masa perjuangan kemerdekaan. Cerita-cerita ini membuat aksi bersih tidak hanya menjadi kegiatan fisik, tetapi juga sarana belajar langsung dari sumber sejarah hidup.
Setelah aksi bersih selesai, seluruh peserta berkumpul di dalam Masjid Kalipasir untuk mengikuti sesi penjelasan sejarah. Suasana di dalam masjid terasa teduh, ditemani semilir angin yang masuk melalui jendela-jendela kayu berukuran besar. Lantai masjid berlapis karpet hijau tua yang tampak terawat, sementara tiang-tiang kayu jati penyangga atap menjulang kokoh, menjadi saksi bisu perjalanan waktu lebih dari dua abad.


Di hadapan peserta, Bapak Abu Bakar, pengelola sekaligus tokoh masyarakat setempat memulai kisahnya. Ia menceritakan bahwa Masjid Kalipasir berdiri sejak abad ke-18, dibangun oleh ulama dan tokoh masyarakat sebagai pusat ibadah, pendidikan agama, sekaligus tempat bermusyawarah warga. Lokasinya yang berada di tepi Sungai Cisadane membuat masjid ini menjadi pusat pertemuan pedagang dan pelintas dari berbagai daerah pada masa itu.
Peserta mendengarkan dengan penuh perhatian ketika Bapak Abu Bakar mengisahkan masa-masa kolonial, di mana masjid ini pernah menjadi tempat berkumpulnya para pejuang untuk menyusun strategi melawan penjajah. Beberapa peninggalan sejarah masih tersimpan, seperti bedug tua yang usianya diperkirakan hampir sama dengan masjid, lampu gantung kuno yang masih difungsikan saat acara besar, dan kitab-kitab berusia puluhan tahun yang pernah digunakan untuk mengaji generasi demi generasi.
Selama penjelasan, beberapa mahasiswa tampak sibuk mencatat dan mengambil foto detail interior masjid. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga merasakan langsung kehangatan dan nilai sejarah yang masih hidup di dalam bangunan ini. Sesi tersebut menegaskan bahwa pelestarian masjid bukan hanya soal menjaga fisiknya tetap berdiri, tetapi juga mempertahankan kisah dan nilai-nilai yang dikandungnya.
Peserta yang Terlibat
Kegiatan ini melibatkan 10 mahasiswa HIMAPAR UMT, yaitu:
- Muhammad Zakir
- Irfan Dwi Maulana
- Akhmad Romli
- Mawaddah Khoiriyah
- Muhammad Ilham Maulana
- Naysila Aliatus Sa’adah
- Mita Puspita Sari
- Intan Miftahul Jannah
- Elsya Mariana
- Danu Sayidina Rasyid
Ibu Tiktik Dewi Sartika, S.Si., MT dan Bapak Isaghoji, S.Tr.Par., M.Par, turut mendampingi mahasiswa dari awal hingga akhir kegiatan. Kehadiran Bapak Abu Bakar sebagai pengelola dan tokoh masyarakat Kalipasir menjadi penghubung penting antara mahasiswa dan warga setempat.
Bapak Isaghoji, S.Tr.Par., M.Par, menyampaikan bahwa kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis budaya.
“Pariwisata tidak akan berarti tanpa pelestarian. Dan pelestarian tidak akan bertahan tanpa kepedulian masyarakatnya,” tegasnya.
Kegiatan Aksi Bersih & Wisata Sejarah ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan saja. HIMAPAR UMT berencana menjadikannya agenda rutin setiap tahun, bahkan mengundang komunitas dan organisasi lain untuk turut serta. Dengan begitu, Kampung Kalipasir tidak hanya dikenal sebagai situs bersejarah, tetapi juga sebagai contoh nyata kawasan yang terjaga kebersihan dan kelestarian budayanya berkat kerja sama seluruh pihak.
Bagi mahasiswa yang hadir, pengalaman ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab sosial dan kebanggaan terhadap identitas lokal. Sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat memberi dampak besar bagi pelestarian warisan sejarah Kota Tangerang.
Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif (Parinkraf) terus mendorong dan mendukung Mahasiswa, Dosen serta seluruh tim untuk terus berkegiatan dan berinovasi guna terus memajukan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif (Parinkraf) dan UMT baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Social Media
Untuk Info Pendaftaran Mahasiswa & lainnya silahkan hubungi (021) 59583364 atau datang langsung ke Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif (Parinkraf) UMT Lantai 4.
Semoga Program/kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan kebermanfaatan bagi semua pihak.
Salam Parinkrafers,
umt.ac.id/parinkraf/
