{"id":3570,"date":"2020-02-25T03:49:26","date_gmt":"2020-02-25T03:49:26","guid":{"rendered":"https:\/\/umt.ac.id\/?p=3570"},"modified":"2020-02-25T03:49:26","modified_gmt":"2020-02-25T03:49:26","slug":"umt-gelar-seminar-pramuktamar-48","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/2020\/02\/25\/umt-gelar-seminar-pramuktamar-48\/","title":{"rendered":"UMT Gelar Seminar Pramuktamar 48"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/umt.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_9479-1024x683.jpg\" alt=\"\" data-id=\"3571\" data-full-url=\"https:\/\/umt.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/IMG_9479-scaled.jpg\" data-link=\"https:\/\/umt.ac.id\/?attachment_id=3571\" class=\"wp-image-3571\" \/><\/figure><\/li><\/ul><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>UMT-\nMedia &#8211;<\/strong>&nbsp;Paham multikulturalisme dalam legacy (warisan) sejarah,\ntradisi dan nilai-nilai di Muhammadiyah memiliki narasi yang panjang sejalan\ndengan perkembangan Muhammadiyah dari masa ke masa. Oleh KH Ahmad Dahlan, paham\nmultikulturalisme diperlakukan dengan sangat mewah dan berjalan sejajar antara\npemikiran, ucapan dan tindakannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut disinggung oleh Desvian Bandarsyah, dosen\nUniversitas Prof. Hamka (Uhamka) Jakarta, di Program Studi (Prodi) Pendidikan\nIlmu Pengetahuan Sosial saat memaparkan materi tentang &#8220;Pendidikan\nMultikulturalisme di Sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah&#8221; dalam\nSeminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Universitas Muhammmadiyah Tanggerang\n(UMT) pada Sabtu (15\/2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, sikap toleran yang diajarkan dan dipraktekkan oleh\nKH Ahmad Dahlan harusnya menjadi rujukan keteladanan utama yang autentik dalam\nmenjalani kehidupan yang saling memberi penghormatan, dan penghargaan antar\numat beragama di Indonesia, terlebih bagi segenap lapisan warga persyarikatan\nMuhammadiyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Yang menarik adalah bahwa Ahmad Dahlan merupakan pribadi\nyang kokoh dengan dua pandangan yang sangat berimbang, dunia dan akhirat yang\nsejajar. Meskipun bukan pengusung pluralisme ataupun sekularisme, tetapi\nafiliasi dan keberpihakan nya kepada Islam sangat jelas. Dan menjaga hubungan\nantara umat beragama sangat baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip pandangan Ahmad Dahlan tentang keberadaan dan\ndiadakannya Muhammadiyah, Desvian menegaskan bahwa, Muhammadiyah tidak\ndidirikan hanya untuk orang Muhammadiyah saja, bukan hanya kepada umat Islam\nsaja. Melainkan diadakannya Muhammadiyah adalah untuk semesta dan kemanusiaan\nuniversal. Inilah makna autentik dari rahmatan lil alamin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ia (Ahmad Dahlan) merupakan pribadi yang cerdas visioner,\ntidak terkotak-kotak pada paham keagamaan yang sempit,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktek pendidikan yang bernilai seperti diusung oleh Dahlan,\nsesungguhnya menjadi bagian integral dari keberadaan sekolah dan guru, rumah\ndan orangtua, serta kebudayaan dan masyarakat. Sehingga pendidikan di\nMuhammadiyah memiliki tempat dan nilai pihak yang jelas. Dengan demikian\npendidikan Muhammadiyah diperlukan kehadirannya dengan mengadakan kritik dan\njika perlu memberikan perlawanan heroik terhadap kondisi dan tuntutan yang\ncenderung artifisial dan tergesa-gesa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditinjau dari historis dan filosofis, pendidikan Muhammadiyah\nmenurut Ahmad Amarullah, Rektor UMT membuka dengan pernyataan bahwa,\nMuhammadiyah dan pendidikan adalah dua unsur yang tidak dapat dipisahkan.\nKarena pendidikan di kaca mata Ahmad Dahlan memang dianggap sebagai pangkal\npersoalan yang dibaca secara presisi dan visioner.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penghargaan terhadap pendidikan di Muhammadiyah merupakan relasi\nlogis bagi organisasi Islam ini. Karena di agama Islam secara khusus juga\nmemberikan penghargaan yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan. Sehingga\npencerahan adalah tugas yang senantiasa diemban oleh umat Islam di manapun dan\nkapanpun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menghadapi tantangan kedepan dalam dunia pendidikan,\nMuhammadiyah dengan washatiyah nya tidak boleh latah dan terombang-ambing\ndiatas gelombang revolusi industri yang marak dipromosikan akhir-akhir ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya kira, perlu keberanian\nmerumuskan kembali landasan filosofis pendidikan Muhammadiyah. Sehingga dapat\nmeletakkan secara tegas bagaimana posisi lembaga pendidikan Muhammadiyah\ndihadapan pendidikan nasional, dan kedudukannya yang strategis sebagai\npengembang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta fungsinya sebagai wahana\ndakwah pencerahan,\u201d pungkasnya.&nbsp;<strong>(al)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p class=\"tx-excerpt\">UMT- Media &#8211;&nbsp;Paham multikulturalisme dalam legacy (warisan) sejarah, tradisi dan nilai-nilai di Muhammadiyah memiliki narasi yang panjang sejalan dengan perkembangan Muhammadiyah dari masa ke masa. Oleh KH Ahmad Dahlan, paham multikulturalisme diperlakukan dengan","protected":false},"author":3,"featured_media":3572,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-3570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"gutentor_comment":0,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3570\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umt.ac.id\/feb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}