• Pendaftaran Mahasiswa Baru
  • Album Wisuda
  • Kontak Kami

UMT Mulai Tatap Muka, Rektor Tekankan 3 Hal ini.

ruang kelas dengan prokes

Tangerang- Kasus positif Covid-19 yang makin melandai belakangan ini mendorong satuan pendidikan di tiap jenjang bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia pun sudah ada yang menyelenggarakan kuliah tatap muka. Namun perguruan tinggi juga tetap memberikan fasilitas blended learning maupun hybrid learning bagi mahasiswa yang belum bisa ikut kuliah tatap muka.


Universitas Muhammadiyah Tangerang ( UMT ) menjadi salah satu kampus yang sudah mulai menyelenggarakan kegiatan kuliah tatap muka terbatas pada senin 22 November 2021. Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Dr. H. Ahmad Amarullah, M.Pd menerangkan, sudah hampir dua tahun pelaksanaan kuliah secara daring dan di awal November 2021 ini UMT memulai perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas.



Menurut Rektor, PTM terbatas semester ganjil tahun 2021-2022 diberlakukan bagi mahasiswa semester satu dan semester akhir atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing fakultas.

Ahmad Amarullah menekankan bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tatap muka terbatas ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti: 1. Mahasiswa dalam kondisi sehat menjadi hal paling penting. 2. Mendapat izin orangtua. 3. Dapat melaksanakan protokol kesehatan (prokes) di dalam dan luar kampus. “Tak terkecuali juga dengan dosen dan para staf, harus dipastikan sehat dan dapat menjaga protokol kesehatan,” ungkap Rektor UMT, Selasa (22/11/2021).



Rektor menegaskan, mahasiswa jangan sampai abai sehingga membahayakan teman-teman mahasiswa lainnya. “Mari kita bersama-sama disiplin menerapkan prokes mematuhi gerakan 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilisasi, dan menghindari makan bersama,” Ungkapnya.


Sementara itu Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Muhamadiyah Tangerang Ali Mubin, MA menyampaikan, secara fasilitas, jadwal, pedoman, dosen pembimbing, dan SOP protokol kesehatan sudah disiapkan untuk pelaksanaan PTM terbatas ini. “Penyelenggaraan PTM terbatas ini harus melaporkan kepada satuan tugas penanganan Covid-19 secara berkala. Serta melakukan testing dan tracing secara berkala,” tandas Ali Mubin.

Leave a comment