MUQODDIMAH


UMT Siap jadi Perguruan Tinggi Kelas Dunia


Perkuat Kerjasama dengan Universitas Tasmania dan Box Hill Institute Australia UNIVERSITAS Muhammadiyah Tangerang (UMT) terus melakukan gebrakan menuju perguruan tinggi berkualitas dunia. Terbaru, UMT memperkuat kerjasama dengan The University of Tasmania (UTAS) dan Box Hill Institute Australia. Menurut Direktur Lembaga Penjaminan Mutu UMT Prof. Dr. H. Aris Gumilar, MM. Kerjasama ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian maupun penerapannya di berbagai bidang keilmuan.

Kerjasama antar dua lembaga ini diteken saat pimpinan UMT berkunjung ke UTAS Australia pada Selasa (12/11) dan Boxill Institut 15/11 lalu. melalui kantor perwakilannya di Jakarta, Chief of Chancellor (Rektor) UTAS, Prof. Paul Rigby dan Vice Presiden-International and Enterprises Prof. Noel Lyons dari Box Hill Institut mengundang Pimpinan UMT untuk membicarakan rincian kerjasama yang selanjutnya akan dituangkan dalam dokumen Nota Kesepahaman (Memory of Undertanding/MoU) di level masing-masing universitas.

Delegasi UMT yang berkunjung ke UTAS dan Box Hill Institute Australia, antara lain Rektor H. Achmad Badawi, S. Pd., SE., MM, Wakil Rektor bidang Akademik, Ahmad Amarullah, M. Pd, Wakil Rektor bidang Kepegawaian dan Keuangan, Ds. H. M. Bay Masruri, MM, Wakil Rektor bidang Alumni, Kemahasiswaan dan Kerjasama antar Lembaga, Drs. H. Desri Arwen, M. Pd, Dekan FKIP UMT, Enawar, S. Pd, MM, Direktur Lembaga Penjaminan Mutu UMT, Prof. Dr. H. Aris Gumilar, MM., Rita Sekarsari, S.Kp, MHSM, mewakili FIKES, Drs. Nazarudin Hadiwijaya, MM. Mewakili Biro Administrasi Umum.

Pada kunjungan itu, disepakati penandatanganan MoU antara H. Achmad Badawi, S. Pd., SE., MM mewakili UMT Indonesia dan Prof. Paul Rigby mewakili jajaran Pimpinan UTAS serta Prof. Noel Lyons sebagai Vice Presiden-International and Enterprises mewakili Box Hill Institute Australia, juga disaksikan Konsulat Jenderal Indonesia di Sidney, Mr Gary RM Jusuf dan Perwakilan Atase Pendidikan Republik Indonesia untuk Australia.

Beberapa point global yang disepakati dalam kerjasama meliputi pengembangan tenaga profesional, kegiatan penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen dan memberikan akses bagi mahasiswa UMT yang berminat melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Australia.

Rektor UTAS, Prof. Paul Rigby maupun Prof. Noel Lyons Vice Presiden-International and Enterprises Box Hill Institute dalam kesempatan itu mengatakan, kerjasama di level Fakultas perlu diperluas di tingkat universitas agar peluang para dosen dan peneliti di kedua universitas dapat lebih efektif.

Lebih lanjut dikatakan Prof. Paul Rigby, kunjungan UMT ke Australia kali ini merupakan kunjungan kedua UMT setelah sebelumnya kesepakatan kerjasama antara UMT dengan Victoria University. Dengan demikian, UMT menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang cukup dikenal karena komitmennya untuk peningkatan daya saing pendidikan. Dan bagi UTAS dan Box Hill Institute kunjungan UMT merupakan yang pertama dan menjadi babak baru dalam pengembangan kualitas pendidikan. “Kami merasa bangga UMT memilih UTAS sebagai partner kerjasama. Kami berharap kerjasama ini akan berlangsung secara baik dan berdampak positif bagi kedua perguruan tinggi,” ungkap Prof. Paul Rigby.

Ditambahkan Prof. Noel Lyons, bahwa Box Hill Institute saat ini telah mengembangkan teknologi unggulan di bidang peningkatan kualifikasi keguruan (dosen), dan penemuan-penemuan ilmiah pada bidang kesehatan maupun manajemen yang diharapkan dapat dikerjasamakan dengan berbagai perguruan tinggi lain, termasuk UMT.

Dalam pengembangan ilmu di bidang kedokteran sudah sangat maju di University of Tasmania. University of Tasmania juga sangat tertarik untuk mengembangkan kerjasama di bidang Art, Design and Culture. Untuk itu University of Tasmania akan segera memproses dokumen MoU yang diharapkan dapat memayungi semua kegiatan kerjasama akademik di kedua universitas yang antara lain adalah pengiriman masing-masing mahasiswa di kedua universitas untuk tugas belajar baik program degree maupun non-degree selain program kerjasama yang sudah lazim dilakukan yaitu penelitian, seminar dan publikasi.

Keberlanjutan kegiatan penelitian bagi para dosen yang melibatkan mahasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di program studi tertentu merupakan program yang perlu terus dikembangkan. Kegiatan penelitian yang selama ini dilakukan oleh para dosen di lingkungan Fakultas Keguruan/Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Kesehatan (Fikes) telah dilakukan dengan sangat intensif dan diharapkan dapat menghasilkan berbagai hasil penelitian yang tidak saja bermanfaat bagi proses belajar mengajar, namun juga bagi masyarakat luas. Dan ini merupakan komitmen UMT untuk menjadi perguruan tinggi berbasis penelitian

“Hasilnya kelak dapat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat banyak melalui hasil penelitian tersebut,” kata Wakil Rektor UMT bidang Alumni, Kemahasiswaan dan Kerjasama, Drs. H. Desri Arwen, M. Pd dalam sambutannya pada saat mendampingi Rektor dalam penandatanganan MoU di hadapan para pejabat tinggi University of Tasmania Australia, Rabu (14/11/2012) di Conference Room University of Australia.

Menurut Wakil Rektor bidang Akademik, Ahmad Amarullah, penguatan program kerjasama khususnya di bidang penelitian yang dilakukan bersama dengan tim dari University of Tasmania perlu terus dilakukan dan dikembangkan, sehingga diharapkan dapat dilakukan penelitian lintas keilmuan di level kedua universitas.

Kerjasama penelitian ini, imbuh Amarullah, dapat menjadi referensi bagi para dosen di level kedua universitas bahwa yang dilakukan oleh para akademisi di Australia terkait pengembangan keilmuan sudah mengarah pada pemenuhan kebutuhan kompetensi keilmuan dan sesuai dengan kebutuhan kepakaran di dalam menjalankan penelitian.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan Nota Kesepakatan (Memory of Agreement/MoA) antara kedua institusi di level Universitas sebagai bukti dukungan terhadap berbagai kegiatan terkait dengan penelitian, publikasi dan kegiatan akademik di tingkat internasional di antara kedua belah pihak.

Prof. Andrew Prosman menyampaikan beberapa kesepakatan kerjasama yang akan dijalin oleh UMT dan UTAS. “Program kerjasama yang akan dilakukan meliputi short course dan academic upgrade program bagi para dosen kunjungan bagi staf dan mahasiswa (staff and student study tours), pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum (curriculum development) dan beberapa program kerja sama lainnya,” jelasnya.

Seusai penandatanganan MoU dengan UTAS dan Box Hill Institute, delegasi UMT juga diterima dan berkesempatan melakukan diskusi dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Sidney di Kantor Konsulat Jenderal Sydney, Australia bersama-sama dengan para pejabat pada Atase Pendidikan Republik Indonesia untuk Australia. Dan masuk hari berikutnya, Rabu (14/11/2012), Pimpinan UMT melakukan pertemuan di Department of Industry Innovation, Science, Research and Tertiary Education